Chef Yongki Gunawan Bagikan Tips Memasak Soto Ayam Kampung yang Gurih
Kemahiran Chef Yongki Gunawan tidak hanya terbatas pada pembuatan kue, melainkan juga mencakup lini kuliner tradisional Nusantara. Dilansir dari Detik Food, pakar kuliner ini membagikan panduan khusus agar olahan soto ayam menjadi jauh lebih lezat.
Soto ayam merupakan salah satu hidangan tradisional yang sangat populer dan memiliki keragaman variasi di Indonesia. Hidangan ini umumnya disajikan dengan kuah bening maupun kuah santan yang menawarkan cita rasa gurih.
Setiap variasi soto memiliki karakteristik bahan baku serta teknik pembuatan yang unik. Terkait hal tersebut, Chef Yongki Gunawan menggelar kelas memasak privat yang berfokus pada menu aneka soto Nusantara di studionya yang berlokasi di Alam Sutera, Jakarta Selatan.
Kelas memasak tersebut berlangsung interaktif dengan diikuti oleh empat orang peserta. Di sela-sela sesi pembelajaran, Chef Yongki Gunawan memaparkan bahwa soto ayam sebenarnya merupakan hidangan yang sederhana untuk dibuat asalkan diolah dengan metode yang tepat.
"Soto ayam itu mudah sekali dimasak, kalau Yongki sukanya pakai ayam kampung asli," ujar Chef Yongki pada kelas memasak, kemarin (14/7/2026).
Penggunaan jenis ayam kampung dinilai mampu menghasilkan ekstrak rasa gurih yang lebih pekat jika dibandingkan dengan ayam negeri. Kendati demikian, pemilihan karakteristik ayam kampung tersebut tetap harus diperhatikan secara cermat.
"Kalau saya suka ayam kampung yang permukaannya itu agak kekuningan. Itu beda dengan ayam kampung biasa, karena bisa bikin kaldu lebih bening," ujar Chef Yongki.
Chef Yongki Gunawan juga memaparkan takaran standar yang biasa ia terapkan saat mengolah hidangan berkuah ini. Dalam penjelasannya, ia biasa menggunakan dua ekor ayam kampung untuk skala rumahan atau kelas.
"Dua ekor ayam kampung itu bisa menghasilkan 20 porsi soto ayam," jabarnya.
"Jumlahnya pas tidak terlalu sedikit, karena kan 1 ekor ayam kampung yang saya pakai itu sekitar 800 gram," tambah Chef Yongki.
Selain aspek pemilihan bahan utama, Chef Yongki Gunawan menekankan pentingnya teknik penumisan bumbu halus. Ia menegaskan bahwa proses memasukkan bumbu harus dilakukan ketika minyak benar-benar sudah mencapai suhu panas.
"Saat menumis bumbu itu juga pastikan harus kondisi minyak panas," kata Chef Yongki Gunawan.
"Kalau tidak panas, takutnya bumbu bakal langu. Kalau dia panas, itu aromanya langsung menyeruak dan panasnya juga langsung menyebar sehingga bumbu bisa matang," imbuh Chef Yongki.
Terkait medium penumis, Chef Yongki Gunawan menyarankan penggunaan minyak kelapa sebagai opsi terbaik karena mampu mendongkrak aspek aroma hidangan. Teknik pemanasan minyak bersama garam juga menjadi kunci tambahan untuk mengeluarkan wangi bumbu secara maksimal.
"Minyak kelapa itu bikin harum, mau tambah nikmat lagi langsung aja panasin minyak bareng garam. Itu nanti bumbu halusnya bisa lebih harum semerbak," ujar Chef Yongki.
Masyarakat yang berminat mempelajari pembuatan masakan Nusantara bersama Chef Yongki Gunawan dapat memantau jadwal serta informasi lengkapnya melalui akun Instagram resmi @yongki_gunawan_kue.