Tips Aman Naik Speed Boat ke Raja Ampat Agar Bebas Mual

Share

Wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya, umumnya memanfaatkan persewaan perahu motor tempel atau speed boat fiber. Transportasi ini menjadi sarana paling efisien untuk menjangkau berbagai titik selam dan destinasi populer seperti Wayag, Pianemo, Misool, serta Arborek.

Perjalanan di laut lepas menuju destinasi tersebut memerlukan persiapan fisik yang matang. Dilansir dari Detik Travel, pelancong disarankan untuk beristirahat dengan cukup sebelum berangkat, serta menghindari konsumsi makanan berminyak, pedas, atau porsi yang berlebihan demi mencegah mual.

Bagi penumpang yang rentan mengalami mabuk laut, konsumsi obat anti mabuk sebaiknya dilakukan sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum kapal mulai berlayar. Menyediakan air putih dalam tumbler juga penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi selama perjalanan.

Posisi menentukan kenyamanan selama berada di dalam lambung kapal. Penumpang disarankan memilih tempat duduk di bagian tengah perahu karena area ini memiliki guncangan dan goyangan yang paling minim dibandingkan dengan bagian depan atau buritan.

Selama pelayaran berlangsung, aktivitas membaca buku atau bermain ponsel sebaiknya dihindari. Penumpang dapat mengalihkan pandangan dan memfokuskan mata ke arah garis cakrawala untuk menekan stimulasi yang memicu rasa mual di perut.

Mengonsumsi camilan ringan seperti pisang atau roti tawar dapat menjadi solusi jika rasa lapar melanda di tengah laut. Selain itu, mengunyah permen mint atau permen karet juga efektif membantu meredakan gejala mabuk laut.

Antisipasi Risiko Keselamatan di Laut Lepas

Penggunaan pakaian yang sederhana dan nyaman sangat dianjurkan agar penumpang dapat bergerak secara leluasa. Mengingat perjalanan laut lepas memiliki risiko seperti perahu terbalik, setiap penumpang wajib mengenakan jaket pelampung keselamatan selama berada di atas air.

Perangkat elektronik seperti ponsel dan kamera sebaiknya disimpan di dalam tas anti air demi mencegah kerusakan. Wisatawan juga disarankan untuk selalu membawa jas hujan sebagai langkah antisipasi perubahan cuaca secara mendadak.

Menaruh pakaian cadangan di dalam dry bag atau tas kedap air menjadi pilihan terbaik untuk memastikan kondisi baju tetap kering dan bersih. Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah menghindari keberangkatan saat cuaca buruk karena gelombang tinggi memicu guncangan berat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author