Timotius Firman Kembangkan Sambal Babon Melalui Perjalanan Spiritual

Share

Bisnis kuliner kini menjadi fokus baru bagi Timotius Firman, personel band St. Loco yang juga melayani sebagai seorang pastor. Lewat merek Sambal Babon, ia merajut kembali kisah hidupnya yang dinilai penuh dengan tuntunan spiritual.

Seperti dilansir dari Detik Food, ide pembuatan produk ini bermula ketika dirinya berada di tempat rehabilitasi narkoba pada tahun 2019. Kala itu, racikan sambal yang ia buat secara eksperimental ternyata mendapat respons positif dari orang-orang di sekitarnya.

Langkah bisnis ini sempat tertahan akibat pandemi Covid-19 yang menghentikan total aktivitas panggung musiknya. Momentum tersebut kemudian dimanfaatkan untuk menyempurnakan resep hingga akhirnya Sambal Babon resmi diluncurkan pada tahun 2026.

Timotius mengaku tidak pernah menyangka bahwa usaha kuliner ini dapat berkembang menjadi sebuah merek dagang yang dikenal luas.

"Semakin saya jalani, saya merasa Tuhan berkehendak. Semesta mendukung dan banyak orang senang dengan hasil karya ini," ujar Timotius kepada detikfood.

"Karena itu saya merasa ada sesuatu yang harus terus saya kerjakan dengan konsisten," lanjutnya.

Aktivitas pelayanan keagamaan yang kini dijalani juga dianggap tidak menjadi penghalang untuk terus aktif di dunia kuliner.

"Saya biasanya berkarya di musik. Sekarang bisa berkarya di makanan, buat saya ini perjalanan baru," katanya.

"Saya senang karena hasil karya ini diterima masyarakat. Banyak yang mendukung tanpa saya minta," tambah Timotius.

Produk kuliner ini mencatatkan kesuksesan saat melakukan debut di acara Hammersonic 2026 dengan menjual habis seluruh persediaan hanya dalam waktu dua hari.

"Saya merasa ini bukan sekadar berdagang. Ada pengalaman dan relasi yang terbangun lewat makanan," tuturnya.

"Saat saya mengerjakan makanan dengan hati yang senang, rasa lelah tidak lagi menjadi alasan untuk menyerah," pungkas Timotius.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author