Tim SAR Evakuasi Jenazah Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali
Tim SAR gabungan mendatangkan helikopter Dauphin Basarnas untuk mengevakuasi jenazah pendiri Yayasan Komunitas Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, dari Desa Satar Padut, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (22/8/2026) pagi.
Ahmad Zaki Ali dilaporkan meninggal dunia diduga akibat kelelahan dan serangan jantung saat mendistribusikan logistik bantuan bencana pascagempa bermagnitudo 7,7 di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8/2026) petang.
Helikopter mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas pukul 07.04 WITA untuk menerbangkan jenazah ke Bandara Komodo dan RSUD Pratama Komodo di Labuan Bajo sebelum dikirim menuju rumah duka di Jakarta.
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso mengonfirmasi pengerjaan evakuasi udara tersebut demi percepatan proses pemulangan jenazah almarhum ke pihak keluarga.
"Pukul 07.04 WITA (Sabtu), Tim Heli Dauphin Basarnas telah mendarat di Helipad Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, dan langsung memproses evakuasi jenazah almarhum," kata dia.
Basarnas memastikan jajarannya tetap menyiagakan personel di lokasi bencana untuk membantu operasi kemanusiaan serta penyaluran logistik.
"Pada pagi hari ini, baru saja kita melaksanakan pengantaran terhadap jenazah rekan kita, relawan dari potensi atas nama Ahmad Zaki," ujar Edy, dilihat dari akun Instagram resmi Kantor SAR Jakarta.
Layanan SAR disiapkan baik jalur darat maupun udara untuk menjangkau masyarakat yang terdampak gempa bumi.
"Kami siap melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat maupun udara guna memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal," kata Edy.
Wilayah Reo dan Lamba Leda merupakan kawasan yang mengalami dampak cukup parah pascabencana gempa bumi Flores.
"Pada saat kejadian yang bersangkutan dalam rangka pendistribusian logistik dari Reo menuju Lamba Leda," kata Edy, Sabtu (22/8/2026).
Kantor SAR Jakarta melalui keterangan resminya mencatat almarhum jatuh pingsan di tengah perjalanan membawa logistik dari Reo.
"Jumat, 21 Agustus 2026, almarhum dilaporkan meninggal dunia akibat kelelahan dalam perjalanan membawa bantuan dari Reo menuju Desa Satar Padut, Manggarai Timur," tulis Kantor SAR Jakarta dalam unggahannya.
Tim SAR gabungan segera bergerak ke lokasi bencana pada Sabtu pagi menggunakan fasilitas penerbangan SAR.
"Pagi harinya, Tim SAR gabungan bersama Helikopter Dauphin Basarnas bergerak mengevakuasi jenazah dari lokasi bencana," lanjutnya.
Sebelum wafat, almarhum sempat membagikan kabar situasi terkini terkait ketersediaan logistik bantuan di akun media sosialnya.
"Update pagi ini, hari ke-6 saya di lokasi bencana. Logistik kita menipis, semoga Jumat ini bisa bertambah lagi. Agar makin banyak dan luas jangkauan bantuan yang bisa kita salurkan.
Di fase tanggap darurat kita akan fokus pada kebutuhan dasar. Oleh karenanya kita butuh support orang orang baik," tulisnya di akun Instagramnya yang diikuti oleh lebih 53 ribu follower.
Pesan tersebut ditutup dengan imbauan kewaspadaan kepada seluruh masyarakat di daerah terdampak.
"Rencana mengingatkan kita bahwa manusia tidak pernah benar-benar punya kendali. Yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar, saling menjaga, dan memperbanyak doa. Semoga Allah menjaga kita, keluarga kita, dan saudara-saudara kita yang sedang berada di wilayah terdampak bencana.
Tetap waspada. Jangan panik. Jangan lupa berdoa," tulisnya pada bagian lain.
Gubernur Provinsi NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya relawan yang gigih mengantar bantuan hingga ke pelosok desa tersebut.
"Pertama sebagai Gubernur Provinsi NTT dan mewakili seluruh masyarakat NTT, khususnya masyarakat Flores terdampak ini, saya mengucapkan belasungkawa yang mendalam buat Pak Zaki yang meninggal ini," kata Melki saat diwawancarai media massa di pos utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagekeo, Sabtu (22/8/2026).
Melki menilai mendiang Ahmad Zaki sebagai sosok relawan yang bekerja keras tanpa kenal lelah demi memastikan bantuan logistik sampai ke tangan korban.
"Beliau saya pernah ke Dampek tiga kali, saya dengar betul beliau salah satu orang yang sangat keras dan gigih antar bantuan keluar masuk kampung dan desa demi desa di Dampek sehingga akhirnya kerja dengan luar biasa akhirnya Pak Zaki meninggal," ungkap Melki.
Melihat kondisi fisik para petugas penanganan bencana, Melki meminta seluruh relawan dan jajaran pemerintah untuk terus menjaga kondisi kesehatan.
"Saya ingatkan buat kita semua yang bekerja menangani bencana ini, baik dari pemerintah pusat, provinsi, para bupati dan jajarannya. Teman-teman wartawan juga sama tolong jaga kesehatan dengan baik," pinta Melki.
Pemerintah Daerah NTT juga mengakui masih menghadapi kendala keterbatasan jumlah personel tenaga relawan di lapangan.
"Kami kekurangan orang. Kalau bisa banyak relawan yang bantu pemerintah," ujar politikus Partai Golongan Karya (Golkar) itu.
Bantuan dari relawan sipil dan pemuda dinilai sangat krusial untuk membantu distribusi logistik ke wilayah terpencil.
"Karena pemerintah terbatas kekuatannya, makanya butuh relawan seperti tadi saya di Manggarai Timur itu, ada anak-anak dari orang muda Katolik (OMK) yang jadi relawan. Itu bagus sekali," jelas Melki.
Melki pun mengajak berbagai organisasi pemuda dan masyarakat untuk terlibat langsung dalam penanganan pascabencana.
"Kami butuh orang-orang seperti mereka," jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menjelaskan peristiwa almarhum yang mendadak tidak sadarkan diri saat mengemudikan mobil bantuan.
"Kami turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Ahmad Zaki. Beliau datang ke Manggarai dengan niat kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa. Semoga amal dan kebaikannya diterima Tuhan Yang Maha Esa," ujar AKBP Levi.
Pelayat yang mendatangi rumah duka di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Didin Wahyudin, mengenang jasa almarhum yang pernah menolong anaknya saat kerusuhan Bawaslu pada 2019 lalu.
"Saya kenal beliau itu ketika anak saya menjadi korban di 2019. Kebetulan beliau yang menyelamatkan anak saya dari tempat kerusuhan itu, dinaikkan ke ambulans beliau," ungkap Didin yang melayat ke rumah duka di Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (22/8/2026).
Didin menambahkan bahwa bantuan logistik dan pendampingan terus diberikan oleh almarhum pascainsiden tersebut.
"Almarhum mengangkut Harun Al Rasyid ke ambulansnya dan dirawat, lalu dibawa ke Rumah Sakit Dharmais. Namun ketika hendak sampai ke Rumah Sakit Dharmais, Harun Al Rasyid sudah menghembuskan napas terakhirnya," kenang Didin.
Perhatian dan rasa kepedulian yang ditunjukkan oleh Ahmad Zaki memberikan kesan yang sangat mendalam bagi keluarga almarhum Harun Al Rasyid.
"Bukan hanya itu, beliau juga membantu saya dalam beberapa hari setelah meninggalnya anak saya, beliau masih membantu logistiknya juga. Sangat luar biasa," pungkas Didin mengenang sosok almarhum.