Tim SAR Denpasar Turunkan Helikopter untuk Tangani Kebakaran Kapal di Selat Lombok

Share

Tim SAR Denpasar menurunkan helikopter SGi Air Bali untuk membantu penanganan kebakaran yang menimpa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin di Perairan Selat Lombok.

Kepala Kantor SAR Denpasar I Nyoman Sidakarya menyatakan helikopter lepas landas pukul 09.50 Wita untuk melakukan pencarian udara dengan jangkauan pandang yang lebih luas, sementara evakuasi tetap dilaksanakan menggunakan alat utama laut terdekat.

Helikopter SGi Air Bali diterbangkan dengan enam personel yang terdiri dari pilot, co-pilot, dua kru, dan dua penyelamat, serta KN SAR Arjuna dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi di laut.

Di dalam KN SAR Arjuna terdapat 21 personel yang diberangkatkan dari Pelabuhan Benoa pukul 08.00 Wita, disusul oleh Kepala Kantor Basarnas Bali, Kasi Operasi, humas, serta lima personel Pos SAR Karangasem melalui Pelabuhan Padang Bai.

Menurut Kantor SAR Mataram, operasi SAR intensif masih berlangsung setelah insiden kebakaran terjadi pada pukul 04.15 Wita saat kapal berlayar dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar.

Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pukul 04.39 Wita dan segera mengerahkan KN SAR 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) untuk evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal sekitar lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi menyampaikan bahwa prioritas utama adalah keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal.

"Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigit Inflatable Boat (RIB), dan Rigit Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian," ujar Muhamad Hariyadi.

Operasi SAR melibatkan sinergi berbagai unsur seperti Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, kapal yatch, SGi Air Bali, serta masyarakat setempat.

Tim SAR gabungan masih berada di lokasi untuk melanjutkan proses evakuasi hingga saat ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author