Tim SAR Cari ASN Pemkot Bogor yang Jatuh ke Sungai Cisadane
Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran hingga ke Bendung Empang untuk mencari seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Bogor, Bayu Zulkarnain, yang diduga jatuh ke Sungai Cisadane, Cipaku, Bogor Selatan, Selasa (18/8/2026).
Proses pencarian terhadap pegawai Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bogor tersebut telah memasuki hari keenam tanpa petunjuk keberadaan korban, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Korban diperkirakan mengalami kecelakaan saat melintasi jalur jembatan berpenurunan curam dalam perjalanan pulang kerja pada Kamis (13/8) sekitar pukul 19.00 WIB.
Penyelaman masih dipusatkan di sekitar area bawah Jembatan Cisadane yang ditengarai menjadi lokasi awal jatuhnya korban. Penyisiran permukaan air turut diperluas sejauh 4,5 kilometer menuju area Bendung Empang.
"Belum ditemukan, belum ada tanda-tanda (keberadaan korban). Teman-teman SAR hari ini masih melakukan upaya, masih proses pencarian," kata Kalak BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadi Sasongko.
Di lokasi kejadian, petugas mendapati sepeda motor korban dalam keadaan tergeletak di atas jembatan. Sementara itu, sejumlah barang pribadi milik korban hanyut di aliran sungai.
"Hari ini teman-teman masih lakukan penyelaman, kemudian ada juga yang melakukan penyisiran sampai dengan ke Bendung Empang," kata Dimas.
Penyelaman berulang kali yang dilakukan petugas SAR di bawah jembatan lokasi penemuan motor korban sejauh ini belum membuahkan hasil.
"Penyelaman masih dilakukan di titik awal diduga korban terjatuh, atau di bawah jembatan tempat motor korban ditemukan. Tetapi memang dari beberapa kali penyelaman belum ada nampak tanda-tanda korban," imbuhnya.
Sesuai dengan prosedur standar operasional (SOP), operasi pencarian dialokasikan berlangsung selama tujuh hari. Tim SAR gabungan dijadwalkan menggelar rapat evaluasi pada hari ketujuh untuk menentukan keberlanjutan operasi.
"Jadi untuk update pencarian sampai hari keenam seperti itu. Mungkin nanti kita evaluasi kembali menjelang H-1 pencarian sesuai SOP, kan sesuai SOP itu 7 hari pencarian," katanya.
Insiden diperkirakan terjadi sewaktu korban melintasi jembatan yang biasa dilewatinya sehari-hari usai menyelesaikan jam kerja di kantor pemerintahan.
"Pulang kerja. Kebetulan pegawai ASN Pemkot Bogor di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah," ujar Dimas.
Jalur jembatan khusus sepeda motor tersebut memiliki kontur jalanan menurun yang cukup tajam.
"Ya, kalau kronologinya ini kan kalau dilihat kan memang jembatan jalur motor ya, memang turunannya ini agak cukup curam. Posisinya cuma kan sehari-hari memang beliau pulang perginya memang melalui jalur jembatan ini," ucapnya.
Di sekitar tempat kejadian perkara, petugas menemukan helm beserta tas milik korban mengapung tidak jauh dari titik awal jatuh.
"Motornya ditemukan di atas tergeletak, terus helm dan tasnya itu ada di muka air sekitar 100 meter dari dugaan titik jatuh," jelasnya.
Sebelumnya, Peninjauan langsung ke lokasi pencarian di aliran Sungai Cisadane area Kelurahan Pamoyanan juga dilakukan oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim pada Minggu (16/8).
"Ya, kita masih ikhtiarkan agar Saudara Bayu yang diduga hilang di aliran Sungai Cisadane area (Kelurahan) Pamoyanan ini bisa ditemukan segera, karena kita sudah masuk hari keempat," kata Dedie.
Pemerintah Kota Bogor memastikan seluruh personel gabungan dikerahkan secara optimal selama masa operasi resmi berlangsung.
"Kita secara formal, 7 hari harus kita lakukan operasi secara maksimal, dan kita sudah lakukan 4 hari ini. Tetapi sampai dengan sore hari ini sudah pukul berapa 16.23 belum ada hasil," imbuhnya.