Tim Pembina Posyandu Dorong Penguatan Transformasi Enam Bidang SPM

Share

Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Tri Tito Karnavian mendorong penguatan transformasi Posyandu agar mampu mendukung pemenuhan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara optimal di masyarakat, Rabu (12/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Perluasan peran tersebut mengubah Posyandu yang sebelumnya berfokus pada pelayanan kesehatan menjadi wadah yang turut mendukung berbagai pelayanan dasar. Langkah ini disampaikan Tri Tito saat membuka kegiatan Posyandu Menyapa bertema Transformasi Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara virtual.

"Posyandu sudah bertransformasi. Tidak hanya satu pelayanan, tapi juga menjadi enam pelayanan minimal. Tentunya kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa kita telah menjadi pelopor bagi perubahan ini," ujar Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Tri Tito Karnavian.

Landasan transformasi ini sejalan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 yang menempatkan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa atau kelurahan dengan kedudukan strategis. Enam bidang SPM yang didukung mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

"Posyandu Menyapa ini sebagai ruang kepada kita semua untuk berkomunikasi yang tentunya komunikasi ini tidak hanya satu arah, tapi juga dua arah. Dari Tim Pembina Pusat maupun ke seluruh Indonesia, sehingga kita akan mendapatkan banyak hal melalui pembinaan, konsultasi, berbagi pengalaman, praktik yang baik penyelenggarakan Posyandu di seluruh Indonesia," kata Tri Tito Karnavian.

Komunikasi dua arah tersebut dinilai penting untuk menyamakan pemahaman serta memperkuat sinergi pembinaan. Selain itu, registrasi seluruh Posyandu di Indonesia terus didorong guna memetakan kondisi dan perkembangan lembaga di lapangan.

Pendataan tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi Posyandu yang telah menjalankan dukungan terhadap enam bidang SPM sekaligus menjadi dasar penentuan program. Dalam pelaksanaannya, keberhasilan transformasi ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, desa, kelurahan, kader, hingga seluruh pemangku kepentingan.

Jejaring Posyandu nasional diharapkan dapat terbangun melalui program ini sehingga inovasi dan praktik baik di suatu daerah bisa direplikasi di wilayah lain. Tri Tito juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Tim Pembina Posyandu dan pemerintah daerah yang berkomitmen memperkuat tata kelola kelembagaan.

"Target yang kita harapkan adalah adanya registrasi dari setiap Posyandu yang ada di seluruh Indonesia. Agar kita bisa paham dan memetakan lembaga-lembaga Posyandu mana yang sudah menjalankan enam SPM," kata Tri Tito Karnavian.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author