Tim Gabungan Sita 2,6 Ton Narkoba Cair di Perairan Karimun
Tim gabungan BNN, Bea Cukai Karimun, dan Polda Kepulauan Riau mengamankan 2,6 ton metamfetamin cair di kapal MV Ocean Porter yang melintas di perairan Karimun, Kepulauan Riau, Jumat (21/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Operasi penggagalan tersebut tercatat berhasil mencegah potensi produksi hingga 2,8 juta cartridge vape bernarkotika yang siap diedarkan ke masyarakat luas.
Pihak berwenang menggelar konferensi pers di Batam dengan dihadiri oleh Menko Polkam Djamari Chaniago, Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Djaka Budhi Utama, Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin, serta Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.
"Pengungkapan ini bukanlah sekadar angka statistik, melainkan penyelamatan nyawa manusia dalam skala yang sangat masif," kata Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario.
Penyitaan barang bukti metamfetamin cair dalam jumlah besar tersebut langsung dihitung berdasarkan spesifikasi klinis guna menentukan total volume bersihnya.
"Berdasarkan hasil kalkulasi klinis dengan memperhitungkan massa jenis atau density dari narkotika tersebut, yakni 0,92 gram per mililiter, maka barang bukti seberat 2,6 ton atau 2,6 juta gram ini akan menghasilkan fulfilment lebih dari 2,83 juta mililiter, atau tepatnya 2.826.086 mililiter cairan narkotika murni," ujar Suyudi.
Petugas memperkirakan cairan murni tersebut bakal diolah lebih lanjut menjadi jutaan unit olahan vape siap pakai untuk pasar gelap.
"Apabila dikalkulasikan dalam bentuk produk turunan-dengan asumsi kapasitas satu cartridge vape adalah 2 mililiter yang membutuhkan campuran 1 mililiter narkotika murni ditambah 1 mililiter campuran zat pelarut dan perisa, maka sindikat ini memiliki potensi besar untuk memproduksi 2.826.086 cartridge vape narkotika," terangnya.
Penggagalan peredaran barang haram ini sekaligus menutup potensi transaksi keuangan dalam jumlah besar dari jaringan sindikat tersebut.
"Dengan asumsi harga pasar gelap sebesar Rp 8 juta per cartridge, maka total valuasi ekonomi atau aliran dana gelap yang berhasil kita lumpuhkan mencapai hampir Rp 8,5 triliun, atau tepatnya Rp 8.478.258.000.000," pungkasnya.