Tiga Siswa Madrasah Terpilih Jadi Anggota Paskibraka Pusat 2026
Tiga siswa madrasah dari Riau, Banten, dan Sumatera Selatan berhasil menembus seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka tingkat pusat 2026. Ketiganya bakal bertugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, dilansir dari Detikcom. Para pelajar tersebut yaitu Rizqy Aditya Siregar dari MAN Insan Cendekia Siak, Adzra Khairy Fadian dari MAN 1 Kota Serang, dan Khalyana Zahira Sandi dari MAN 1 Lubuklinggau.
Mereka terpilih usai melakoni tahapan seleksi berjenjang. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian ketiga peserta didik tersebut. Pencapaian ini dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi lingkungan Kementerian Agama.
"Ini membuktikan anak-anak madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kedisiplinan, fisik yang tangguh, serta nasionalisme tinggi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Selamat bertugas, jadilah teladan bagi generasi muda," kata Nasaruddin Umar.
Nasaruddin berpesan agar para siswa senantiasa menjaga kerendahan hati selama mengemban tugas negara. Pengibaran bendera Merah Putih di Istana Merdeka dimaknai sebagai wujud dedikasi serta kejujuran dalam menjaga keutuhan NKRI. "Saya berpesan agar momen bersejarah ini dijadikan pendorong semangat untuk terus belajar dan berinovasi tanpa melupakan akar nilai-nilai keagamaan. Saya optimistis generasi muda madrasah siap menjadi pilar utama dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, berdaya saing, dan berakhlak mulia," ujar Nasaruddin Umar.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menilai keberhasilan ini mencerminkan keberhasilan pembinaan karakter di lingkungan madrasah. Penghargaan turut dialamatkan kepada para pemangku kepentingan yang memberi pendampingan. "Apresiasi untuk para siswa yang telah berjuang hingga bisa terpilih sebagai Paskibraka tingkat nasional. Apresiasi juga saya sampaikan pada orang tua, pembina, serta kepala madrasah yang terus memberikan pendampingan," kata Amien Suyitno.
"Semoga keberhasilan ini memicu semangat seluruh madrasah di Indonesia untuk terus mencetak generasi yang kompetitif, berkarakter, dan berjiwa merah putih," tutur Amien Suyitno. Ia menambahkan bahwa pengalaman di tingkat pusat penting untuk menggembleng jiwa kepemimpinan serta rasa tanggung jawab siswa. Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin turut menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan tiga pelajar madrasah dalam momentum nasional ini. Proses panjang yang dilalui dinilai membentuk kedisiplinan dan rasa cinta tanah air.
"Kami bangga tiga siswa madrasah dapat menjadi bagian dari Paskibraka tingkat pusat. Mereka membawa nama madrasah sekaligus daerah masing-masing dalam momentum penting bagi bangsa Indonesia," kata Kamaruddin Amin.
"Menjadi Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan Merah Putih. Di dalamnya ada proses membangun disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Indonesia. Semoga capaian mereka menginspirasi siswa madrasah lainnya," ujar Kamaruddin Amin.
Rizqy Aditya Siregar mengukir sejarah baru bagi MAN IC Siak sebagai siswa pertama yang berhasil lolos ke Paskibraka tingkat pusat mewakili Provinsi Riau. Perjalanannya dimulai dari seleksi tingkat provinsi pada 16–21 Mei 2026 di Pekanbaru. Dalam seleksi tersebut, Rizqy melewati tes kesehatan, kesamaptaan jasmani, wawasan kebangsaan, psikologi, baris-berbaris, hingga kepribadian.
Ia masuk jajaran tiga putra terbaik Riau sebelum lolos verifikasi pusat.
Dari Banten, Adzra Khairy Fadian yang merupakan siswi kelas XI MAN 1 Kota Serang dipercaya mewakili provinsinya. Ketertarikannya pada dunia baris-berbaris mendorongnya mengikuti seleksi berjenjang hingga tingkat nasional.
Sementara itu, Khalyana Zahira Sandi dari MAN 1 Lubuklinggau hadir sebagai utusan Sumatera Selatan. Selain aktif di ekstrakurikuler Paskibra, Khalyana juga terlibat dalam Tim Jurnalistik Laskar Madrasah dan Improv Art Community.