Tiga Polisi Gugur Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
Sebanyak tiga anggota Polri gugur akibat diserang oleh bandar narkoba dan komplotannya saat melakukan operasi penggerebekan di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (1/7) sekitar pukul 01.00 WIB. Dilansir dari Detikcom, peristiwa tragis ini bermula ketika 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan yang dipimpin AKP Affan Effendi melakukan penyelidikan terkait peredaran sabu.
Petugas membagi tim menjadi dua kelompok, di mana Tim 1 mendatangi rumah target operasi sementara Tim 2 bersiaga di dekat sebuah SMP. Setelah Tim 1 berhasil mengamankan target, seorang pria tiba-tiba menyerang menggunakan parang namun sempat diamankan, sebelum akhirnya muncul dua pria lain yang langsung menyerang AKP Affan. Provokasi dari keluarga pelaku kemudian memicu perlawanan warga yang mengakibatkan Aiptu Anumerta Yudhi meninggal dunia di tempat, sementara Bripda Nopandri dan Aipda Sumaryanto sempat dinyatakan hilang.
Pihak kepolisian segera melakukan tindakan penanganan dan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri dari lokasi kejadian.
"Benar informasi tersebut dan kami masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku," kata Kombes Slamet Ady, Direktur Narkoba Polda Kalteng, saat dihubungi pada Kamis (2/7).
Pihak Polda Kalteng saat itu langsung berupaya mencari keberadaan dua anggotanya yang belum ditemukan pascainsiden penyerangan.
"Nopan (Bripka Nopandri) dan Sumaryanto (Aipda Sumaryanto)," katanya.
Dalam proses pencarian berikutnya, Bripda Nopandri ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia akibat insiden tersebut.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri. Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," kata Brigjen Eko Hadi Santoso, Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, dalam keterangannya pada Sabtu (4/7).
Brigjen Eko Hadi Santoso menegaskan bahwa kasus penyerangan ini menjadi atensi utama dan tim gabungan terus memburu seluruh pihak yang terlibat.
"Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.
Bareskrim Polri juga telah melakukan langkah koordinasi intensif bersama Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan demi mengusut tuntas perkara ini.
"Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," ujarnya.
Tidak lama setelah penemuan jasad Bripda Nopandri, tim pencari gabungan akhirnya menemukan anggota terakhir yang hilang di aliran sungai.
"Telah ditemukannya satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto," ujar Brigjen Eko Hadi Santoso, Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, dalam keterangan tertulis pada Minggu (5/7).
Jasad Aiptu Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei setelah tim yang terdiri dari personel Polda Kalteng, Kodim 1019/Ktg, Basarnas, dan warga melakukan penyisiran menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil sejak pukul 06.00 WIB hingga ditemukan pukul 09.30 WIB.
"Jenazah dikirimkan dengan ambulans ke RS Bhayangkara Palangka Raya," ujar Eko.