Tiga Pekerja Tewas di Gorong-Gorong Cipayung Jakarta Timur

Share

Sebanyak tiga orang pekerja subkontraktor ditemukan meninggal dunia di dalam gorong-gorong yang terletak di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, akibat diduga menghirup gas beracun pada Kamis (9/7), seperti dilansir dari Detikcom.

Insiden maut tersebut berawal ketika salah satu pekerja masuk ke dalam gorong-gorong dan mendadak kehilangan kesadaran. Mengetahui hal itu, dua rekan kerja lainnya mencoba masuk memberikan pertolongan, namun mereka justru ikut pingsan hingga akhirnya seluruh korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas penyelamat mengevakuasi ketiga korban segera setelah mereka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada pukul 10.20 WIB.

Pihak Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur membenarkan kronologi jatuhnya para korban di dalam saluran air bawah tanah tersebut.

"Pekerja proyek sedang masuk gorong-gorong, lalu setengah tangga pingsan. Dan temannya menolong untuk membantu, namun ikut pingsan juga. Lalu masuk 1 orang pingsan lagi. Jumlah korban 3 orang meninggal," kata Kasiops Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaktim, Abdul Wahid, Kamis (9/7).

Penyelidikan lebih lanjut mengenai insiden ini kini sedang ditangani oleh aparat kepolisian setempat, termasuk dengan memeriksa sejumlah saksi mata di sekitar lokasi.

"Ada 8 orang saksi yang sudah diperiksa," kata Kasi Humas Polres Metro Jaktim AKP Made Budi saat dihubungi, Minggu (12/7/2026).

Identitas para korban diketahui terdiri dari dua orang warga negara Indonesia (WNI) dan satu orang warga negara asing (WNA) asal China. Jenazah dua pekerja domestik kini telah diserahkan kepada pihak keluarga yang memilih untuk tidak melakukan proses visum.

"Korban 2 WNI sudah diambil oleh pihak keluarga, tidak berkenan untuk divisum. Korban 1 WNA asal China," katanya.

Penyebab pasti kematian para pekerja subkontraktor ini masih dalam pendalaman, meskipun dugaan kuat mengarah pada paparan gas beracun di dalam ruang bawah tanah tersebut.

"Diduga meninggal karena menghirup gas sehingga tidak sadarkan diri," ucapnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author