by

Terus Gemakan Budaya Sambatan, Mas Dibyo: Tradisi Ini Jangan Sampai Hilang

Niat baik Pasangan Calon Timur Zaiful Bokhari dan Calon Wakil Bupati Sudibyo membangun Lampung Timur bukan isapan jempol semata.

Sumbangsih untuk kemajuan Kabupaten berjuluk ”Bumie Tuwah Bepadan” ini terus dilakukan dengan kerja-kerja politik dan pengabdian. ”Pengabdian itu lewat langkah kecil bisa kita lakukan. Salah satunya Silahturahmi,” ujar Mas Dibyo kepada Senin (19/10).

Datang di kegitan sambatan atau yang bisa kita kenal gotong-royong juga menjadi hal yang bisa dilakukan. Apalagi kebiasaan ini kerap dilakukan pada akhir pekan oleh masyarakat desa.

Baca Juga  Jangan Abaikan Suara Disabilitas, Sudibyo Minta KPU Mampu Memberikan Pendampingan

”Kalau ini memeang kebiasaan kami. Dari bapak dulu sampai sekarang sambatan itu rutin. Ini biasa karena sudah mendarah raging. Wong saya ini asalnya dari desa, jadi terbiasa yang begini,” terang kandidat dengan nomor urut 2 tersebut.

Iktikad baik sebagai upaya meneruskan tradisi bangsa harus lahir dari hati. Terbentuk karena tradisi yang sudah mengakar.

”Yang begini (Gotong-royong, Red) jangan sampai terkikis oleh jaman. Kemerdekaan pun diraih dengan hasil sambatan, gotong-royong. Jangan mentang-mentang mau nyalon terus ikut-ikan sambatan ya ora luwes (kaku),” imbuh Mas Dibyo sembari tersenyum.

Baca Juga  Bang Ipul Kirim Pesan Bijak Lho, Apa Sih Isinya?

Kuncinya sambung dia, semangat nawaitu. Gotong-royong mewujudkan masyarakat Lampung Timur yang selalu rukun.

“Karena atas kerukunan tercipta ketenteraman masyarakat dalam berekonomi, sosial, budaya, pendidikan bisa berjalan dengan baik,’’ imbuh mantan Anggota DPRD Lamtim itu.

Mas Dibyo juga berpesan kepada generasi saat ini, untuk meneladani tradisi Sambatan.

”Manfaatnya banyak sekali. Dari berbagi ilmu pengetahuan, informasi hingga hal-hal kecil yang kadang bikin geli, ya menghibur. Lakukanlah dari yang terkecil,” imbuhnya.

Baca Juga  Tokoh NU dari Jombang Kumpul di Sekampung
Mas Dibyo terlihat membantu membawa keranda mayat hingga tempat pemakaman umum saat mengetahui ada warga yang wafat.

Pesan orang tua, sambung dia, kunci kekuatan dari sambatan atau gotong-royong adalah menguatkan jalinan kerukunan.

”Gotong-royong itu tak memandang suku, ras, dan agama. Semua golongan tumpah-ruah. Ingat Gotong-royong punya dua suku kata, Gotong dan Royong. Jadi Pilkada nanti coblos nomor dua!” pungkas Mas Dibyo seraya memberi salam dua jari. (man/tap)

 

Baca Juga