TenZ Kepincut Game Wuthering Waves hingga Lakukan Top Up Ratusan Dolar

Share

Mantan pemain profesional esports Tyson "TenZ" Ngo kini beralih menjadi kreator konten di bawah naungan brand T1. Pria asal Kanada ini dikenal luas oleh para penggemar game kompetitif Counter-Strike dan Valorant.

Seperti dilansir dari Gamebrott, TenZ baru-baru ini mencoba memainkan game gacha Wuthering Waves garapan Kuro Games di tengah aktivitas rutinnya melakukan livestreaming.

Momen tersebut terjadi pada livestream tanggal 4 Juni lalu saat TenZ membuka Wuthering Waves sembari menunggu antrean matchmaking game Valorant secara bersamaan. Mantan pro player ini langsung terpikat dan menyebut game tersebut berpotensi menjadi permainan utama barunya.

Sajian sistem combat yang mengalir, luar biasa, dan penuh animasi keren menjadi faktor utama yang membuatnya terkesima. Secara spesifik, TenZ sangat terkejut dengan kualitas fitur mekanik dodge serta parry di dalamnya.

Beberapa kesan pertama lain yang diungkapkan selama stream meliputi fitur memanjat dinding dengan cepat, alur cerita awal yang membuat penasaran, hingga keberadaan fitur summary saat pemain memilih untuk melewati (skip) cerita.

Pada sesi livestream berikutnya tanggal 5 Juni, TenZ mendedikasikan waktu sekitar dua jam terakhir siarannya penuh untuk Wuthering Waves. Ia melanjutkan eksplorasi, mengikuti cerita utama, serta mempelajari karakteristik berbagai Resonator.

TenZ tertarik untuk mendapatkan karakter Chisa beserta senjata signature bernama Kumokiri yang sedang dihadirkan pada Wuthering Waves versi 3.3. Namun, jumlah Astrites miliknya masih sangat sedikit karena baru memulai permainan.

Kondisi tersebut membuat TenZ memutuskan melakukan top up Lunite sebesar 99.99 dolar AS sebanyak dua kali. Ia mengaku tidak keberatan mengeluarkan dana tersebut karena merasa Wuthering Waves sangat menyenangkan di luar ekspektasinya.

Adaptasi Mekanik Cepat dan Perbandingan Game

Kemampuan TenZ dalam memahami mekanisme pertarungan Wuthering Waves tergolong sangat cepat. Saat mendalami kemampuan kit dari Buling dan Chisa, ia langsung menguasai rotasi serta skill karakter walau belum sepenuhnya optimal.

Kecepatan adaptasi ini memicu reaksi dari para warganet di kolom komentar yang memprediksi bahwa TenZ akan menjadi pengguna utama karakter Danjin (Danjin Main) di masa mendatang.

Menjelang akhir sesi stream, TenZ sempat membandingkan pengalaman bermainnya dengan game Genshin Impact. Menurutnya, sajian sistem pertarungan Wuthering Waves yang lebih intens jauh lebih sesuai dengan preferensi pribadinya.

"Aku akan benar-benar jujur, game ini (Wuthering Waves) adalah salah satu game terkeren yang pernah aku mainkan." kata TenZ.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author