Tentara Israel Gerebek Kamp Qalandiya dan Tangkap 20 Warga Palestina
Pasukan militer Israel melancarkan penggerebekan di kamp pengungsian Qalandiya, Tepi Barat, pada Selasa (4/8/2026) malam. Operasi berskala besar tersebut mengakibatkan sedikitnya 20 warga Palestina ditangkap oleh tentara Israel, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Rabu (5/8/2026).
Puluhan jip militer lapis baja dikerahkan masuk ke dalam kamp sejak pukul 23.00 waktu setempat. Selain melakukan penangkapan, tentara Israel juga menempatkan personel di atap rumah warga serta membatasi akses keluar masuk bagi wartawan dan penduduk lokal.
Dalam insiden tersebut, seorang jurnalis yang meliput operasi militer dilaporkan mengalami penganiayaan oleh tentara yang berjaga. Jurnalis di lokasi menilai penggerebekan ini bertujuan untuk mengintimidasi warga Palestina serta menanamkan rasa takut di wilayah pendudukan.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memerintahkan perluasan operasi ini ke kamp pengungsi keempat setelah melancarkan aksi serupa di tiga kamp wilayah utara Tepi Barat. Penggerebekan di lokasi-lokasi sebelumnya telah memicu penggusuran paksa terhadap warga setempat.
Pihak militer Israel berdalih bahwa penggerebekan dilakukan untuk menggagalkan aksi teror dan mengamankan individu yang masuk daftar pencarian.
"Pasukan keamanan sedang beroperasi di area kamp Qalandia untuk menggagalkan aksi teror dan menangkap individu-individu yang dicari," kata seorang pejabat militer kepada AFP.
Badan Kementerian Pertahanan Israel (COGAT) menambahkan bahwa operasi difokuskan pada penindakan elemen teroris, infrastruktur, serta perdagangan senjata.
"Kami tidak akan membiarkan kamp ini menjadi pusat terorisme atau tempat perlindungan bagi teroris dan penjahat, sama seperti kami tidak mengizinkan hal tersebut di kamp-kamp lain di seluruh Yudea dan Samaria," tambah pernyataan itu.
Sementara itu, pihak pengelola kamp mengonfirmasi penangkapan puluhan warga serta pendudukan rumah warga oleh pasukan Israel selama penggerebekan berlangsung.
"Pasukan keamanan sedang beroperasi di area kamp Qalandia untuk menggagalkan aksi teror dan menangkap individu-individu yang dicari," kata Mohammad Aslan, juru bicara komite yang mengelola urusan kamp Qalandia.