Pekerja Temukan Lembaran Diduga Emas di Candi Losari Magelang
Pekerja yang sedang melakukan pemugaran Candi Losari di Dusun Losari, Desa Salam, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menemukan kepingan logam diduga emas. Dilansir dari Detik Travel, benda purbakala tersebut ditemukan di bawah lantai candi oleh juru pugar dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X pada Selasa (21/4).
Selain kepingan logam mulia, petugas juga menemukan dua arca dan sebuah wadah peripih. Saat ini, proses rekonstruksi bangunan candi masih terus dikebut oleh pihak terkait di lokasi penemuan.
Juru Pugar Candi Losari, Restu Hidayat menjelaskan kronologi penemuan artefak berharga tersebut saat pembongkaran lapisan batuan candi dilakukan.
"Kita waktu pembongkaran di lapis 9 atau berapa itu ditemukan dua blok arca (arca Dewa Surya). Itu di bawah lantai, itu 3 lapis dari lantai ditemukan arca. Kemudian kita gali lagi sampai ke tanah aslinya, kita temukan peripih atau kotak peripih, bersamaan ada selembar (diduga) emas (bentuk persegi)," kata Juru Pugar Candi Losari, Restu Hidayat.
Petugas kemudian mengamankan seluruh objek temuan ke tempat yang lebih aman demi menghindari risiko kehilangan.
"Kemarin itu cuman selembaran itu kurang lebih 1 cm (emasnya). Sekarang dibawa ke kantor BPK Bugisan. Karena kita tahu di sini kurang keamanannya, jadi kita bawa ke kantor," ujar Restu Hidayat.
Kondisi kotak tempat penyimpanan benda purbakala itu ditemukan dalam keadaan sudah tidak utuh lagi.
"Kotak peripihnya itu berpisah. Dugaan kita itu sudah dicuri dari zaman dulu. Yang jelas arcanya itu sama semua kelimanya (saat ekskavasi ditemukan 3 arca dan saat pemugaran ditemukan 2 arca)," sambung Restu Hidayat.
Proyek pengerjaan struktur kaki candi di lapangan terus berjalan seiring dengan pengamanan temuan tersebut.
"Jadi kita perbuat pakai semen untuk isiannya. Iya (antisipasi biar tidak ambles). Kurang lebih sampai bulan Oktober. Sampai target 14 lapis. Kemungkinan nanti ada di tahap kedua lagi (sampai berwujud candinya)," beber Restu Hidayat.
Secara keseluruhan, jumlah arca yang telah dikumpulkan dari area situs ini berjumlah lima buah dengan karakteristik yang serupa.
"Itu sama semua (bentuk arcanya) cuman beda ukurannya beda tipis, paling 1 cm. Iya, peripih sama yang ada arca," ujar Restu Hidayat.
Pihak penanggung jawab rekonstruksi menyatakan bahwa kepastian kadar logam mulia dari lempengan kuning tersebut masih harus melewati pengujian ilmiah.
"Kalau emasnya belum, ini baru kita daftarkan ke konservasi dulu memang warnanya kekuningan. Tapi, secara pasti kan belum dianalisis di laboratorium," kata Penanggung Jawab Kegiatan Rekonstruksi Candi Losari, Junawan.
Objek yang ditemukan tersebut digambarkan berupa lembaran tipis berbentuk persegi yang berada di dalam wadah batu.
"Ya, logam berwarna kekuningan. Cuman satu keping, lembaran bentuk kotak kecil (peripih). Ya batu putih seperti kalau lihat kotak peripih. Masih di dalam (peripih logam kuningnya), tapi tutupnya (peripih) terpisah, tidak dalam kondisi tertutup. Itu wadahnya, sama tutup batunya, posisi tutupnya sudah tidak menyatu dengan wadahnya," imbuh Junawan.
Pergeseran posisi tutup wadah tersebut diduga kuat akibat adanya keterlibatan manusia pada masa lampau sebelum candi tertimbun material vulkanik.
"Yang jelas, bisa kita sampaikan itu sudah ada intervensi manusia. Intervensi dalam hal seperti itu, kita belum berani menyebut (pencurian). Tapi, itu kan sangat penasaran, prosesnya jauh banget sebelum terjadi penutupan lahar (menutupi Candi Losari)," ujar Junawan.
Dimensi fisik dari logam kekuningan tersebut berukuran sangat kecil dan tipis menyerupai lempengan seng.
"(Ukuran logam kuning itu) Kalau tepatnya mungkin sekitar 1,5×1,5 (sentimeter), hampir persegi. Ketebalan mungkin sekitar setengah milimeter, seperti lempeng seng kecil tipis. Ya (diduga emas). Karena kita pastikan melalui alat (uji lab), belum diuji laboratorium," ujarnya Junawan.