4 Teknik Memasak Kuno yang Masih Digunakan Hingga Kini

Share

MICHELIN Guide mencatat bahwa berbagai teknik memasak kuno yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat dunia ternyata masih bertahan dan digunakan hingga saat ini. Berikut ini adalah 4 metode memasak kuno yang masih dimanfaatkan sampai sekarang:

  1. Mengandalkan Panas Mata Air — Di Islandia, panas alami dari mata air panas dimanfaatkan sejak Abad Pertengahan untuk memasak makanan secara perlahan seperti roti gandum hitam (rye bread) selama 24 jam. Hasilnya berupa roti yang lembap, mudah hancur, dan bertekstur menyerupai kue.
  2. Menggunakan Oven Tanah — Metode memasak dengan membuat lubang di tanah untuk memerangkap panas ini ditemukan dalam berbagai kebudayaan kuno, seperti masyarakat Maori di Selandia Baru hingga suku Bedouin di Semenanjung Arab. Teknik ini juga diyakini menjadi cikal bakal oven tandoor di India Utara, Asia Tengah, dan Timur Tengah.
  3. Memanggang dalam Abu Panas — Masyarakat Aborigin Australia telah menggunakan abu panas selama ribuan tahun untuk memasak adonan roti dari biji-bijian yang dikubur di dalamnya. Jenis kayu seperti wattle sengaja dipilih sebagai bahan bara agar tidak menghasilkan rasa yang kurang sedap pada makanan.
  4. Merebus dengan Batu Panas — Dikenal sejak 4.000 tahun lalu, teknik ini dilakukan dengan memanaskan batu di perapian lalu memindahkannya ke wadah berisi air untuk menaikkan suhu secara perlahan. Cara ini menghasilkan panas yang lebih lembut, namun membutuhkan jenis batu yang mampu menghantarkan panas dengan baik dan tidak mudah retak.
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author