Teddy Indra Wijaya Respons Kritik Dino Patti Djalal Terkait Lawatan Prabowo
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan tanggapan resmi atas kritik yang dilayangkan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai tingginya frekuensi perjalanan dinas luar negeri Presiden Prabowo Subianto, Selasa (2/6/2026).
Dilansir dari Detik Finance, pihak Istana meluruskan fungsi lawatan tersebut dan membeberkan sejumlah hasil nyata dari diplomasi yang telah dijalankan selama 1,5 tahun terakhir.
Langkah diplomasi Presiden Prabowo disebut memberikan dampak besar bagi stabilitas nasional, termasuk masuknya Indonesia ke dalam blok BRICS serta pengamanan pasokan energi dan pangan di dalam negeri.
Selain itu, pemerintah mencatat realisasi investasi senilai Rp 2.430 triliun berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, termasuk hasil kunjungan ke Korea Selatan dan Jepang.
"Jadi, salah besar kalau hanya dibilang gagah-gagahan, seremonial. Jadi, kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini," ujar Teddy dalam unggahan video di akun Instagram @sekretariat.kabinet, dikutip Selasa (2/6/2026).
Teddy menjelaskan bahwa hasil diplomasi lainnya mencakup pemberlakuan tarif 0% di Uni Eropa yang melibatkan 25 negara, yang terealisasi pada tahun 2025 setelah diperjuangkan selama belasan tahun.
"Kemudian yang kedua, tarif 0% di Uni Eropa. Ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya, zaman presiden Prabowo tepatnya tahun 2025 lalu," tambah Teddy.
Pemerintah juga menyoroti kelancaran ibadah haji tahun 2025 dan 2026, kepemilikan perkampungan haji di Arab Saudi, penguatan alat pertahanan, serta peran aktif dalam mengirimkan bantuan logistik dan pendidikan untuk warga Palestina.
"Kemudian yang keenam presiden Prabowo betul-betul berperan aktif di Palestina. Apa buktinya? Satu, kita ada drop off logistic dari udara. Sudah beberapa kali. Tidak semua negara bisa. Kenapa? Itu harus ada diplomasi dengan negara-negara yang wilayah udaranya dilewati oleh pesawat," terang Teddy.
Teddy menambahkan informasi mengenai keberhasilan pemulangan seorang warga negara Indonesia yang sempat diamankan oleh pihak otoritas Israel di laut lepas pada minggu lalu melalui diplomasi yang dilakukan Kementerian Luar Negeri.
"Ingat, yang saya sampaikan adalah hasil konkrit nyata satu setengah tahun terakhir dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya itu yang utama," imbuh Teddy.
Klarifikasi ini muncul setelah Dino Patti Djalal menyoroti anggaran besar yang dihabiskan untuk perjalanan luar negeri presiden di tengah kondisi pelemahan nilai tukar rupiah.
Dino mengungkapkan bahwa intensitas perjalanan tersebut dinilai terlalu tinggi karena menyerap waktu kerja presiden yang cukup signifikan di luar negeri sejak awal masa jabatan.
"Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar. Ini termasuk biaya rombongan tim pendahulu, biaya pesawat, biaya hotel, biaya logistik, biaya konsumsi, biaya protokoler dan pengamanan, biaya uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping, dan berbagai biaya lainnya. Satu perjalanan keluar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar," ujar Dino dikutip dari sebuah video yang diunggah melalui akun X/Twitter-nya, dikutip Minggu (31/5).