Team Spirit Raih Gelar Juara The International 2026 Tiga Kali

Share

Kiprah manis diukir Team Spirit dalam turnamen Dota 2 The International 2026. Skuad ini berhasil mengangkat piala Aegis untuk ketiga kalinya setelah melewati pertarungan sengit di partai puncak. Perjalanan Team Spirit meraih gelar juara tidak berjalan mulus.

Sempat tampil apik pada babak grup, Yatoro dan kawan-kawan harus terlempar ke lower bracket setelah menerima kekalahan dari Team Vision pada babak Semifinal Upper Bracket. Kondisi terdesak di lower bracket justru membakar semangat tim ini. Dilansir dari Gamebrott, Team Spirit tampil tanpa celah dengan menggilas Team Liquid, BoomBoys, hingga Team Yandex lewat skor telak 2-0 tanpa balas.

Tren positif tersebut berlanjut pada gim pertama babak Grand Final menghadapi Team Vision. Mengandalkan pahlawan Shadow Fiend yang dimainkan oleh Yatoro, Team Spirit mengamankan poin pertama dalam waktu 46 menit pertarungan.

Team Vision sempat menyamakan kedudukan pada gim kedua berkat analisis tajam terhadap strategi lawan. Larl dan rekan-rekannya dibuat kesulitan hingga akhirnya menyerah pada menit ke-64 dalam laga yang berlangsung alot. Memasuki gim ketiga, Team Spirit mengubah susunan hero dengan mengamankan Terrorblade serta Nature Prophet. Aksi inisiasi yang dilancarkan Collapse menggunakan Axe sukses membawa kemenangan pada menit ke-45.

Team Vision kembali menunjukkan perlawanan pada gim keempat. Kombinasi serangan Sand King yang dimainkan no[o]ne serta Doom milik Noticed berhasil memaksa kedudukan berimbang 2-2 dalam laga berdurasi 44 menit. Gim penentu menjadi panggung kekalahan Team Vision setelah mereka mengambil keputusan mengejutkan dengan memilih Juggernaut pada fase pick terakhir. Pemilihan hero yang kurang konsisten ini dimanfaatkan secara maksimal oleh lawan.

Laga sengit selama 64 menit tersebut akhirnya ditutup untuk kemenangan Team Spirit. Hasil ini menegaskan dominasi mereka sebagai tim pertama dalam sejarah kompetisi yang berhasil mengamankan gelar The International sebanyak tiga kali. Prestasi bersejarah ini diukir dengan susunan pemain yang sedikit berbeda dari gelar pertama mereka.

Dari jajaran skuad awal, kini tersisa Miposhka yang menjabat sebagai pelatih, serta Yatoro dan Collapse sebagai pemain aktif. Larl kini mencatatkan koleksi dua gelar Aegis setelah sebelumnya ikut membawa tim ini menjuarai ajang serupa pada edisi 2023. Sementara bagi dua penggawa lainnya, yakni Rue dan Not Me, raihan ini menjadi trofi perdana mereka.

Kemenangan di babak Grand Final tersebut berbuah manis bagi seluruh anggota tim. Yatoro dan kawan-kawan berhak membawa pulang hadiah uang tunai bernilai fantastis mencapai 1,4 juta dolar AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author