Tasya Farasya Turunkan Berat Badan 13 Kilogram Melalui Diet Sehat
Beauty vlogger Tasya Farasya membagikan pencapaian terbarunya dalam menurunkan berat badan melalui metode diet sehat. Transformasi penampilan ibu dua anak ini diunggah melalui akun Instagram pribadinya baru-baru ini.
Dilansir dari HaiBunda, Tasya memperlihatkan perbandingan dua foto dirinya saat mengenakan pakaian yang sama untuk menunjukkan perubahan fisik yang signifikan.
Pada dokumentasi awal, ia mencantumkan berat badannya berada di angka 72 kilogram dengan kadar lemak tubuh mencapai 37 persen. Setelah menjalani program, bobot tubuhnya menyusut menjadi 59 kilogram dengan persentase lemak 29 persen.
Tasya mengungkapkan bahwa keberhasilannya memangkas 13 kilogram bobot tubuh merupakan hasil dari kombinasi olahraga rutin dan pengaturan pola makan. Seluruh proses tersebut ia jalani selama 2,5 bulan dengan pengawasan dari dokter spesialis gizi.
"Hasil kerja keras memong, dari olahraga padel, gym, jaga pola makan, tidur cukup, ke dokter gizi, sampe di klinik di exislim, dan segala macam usaha lainnya 2,5 bulan ini," tulisnya di Instagram @tasyafarasyadump.
Aktivitas fisik yang ditekuni perempuan berusia 34 tahun ini meliputi olahraga padel. Tasya bahkan memfasilitasi hobi barunya tersebut dengan membangun lapangan padel pribadi.
Penerapan diet sehat seperti yang dilakukan Tasya memerlukan penyesuaian terhadap kebutuhan nutrisi dan aktivitas harian masing-masing individu. Konsultasi dengan ahli gizi sangat disarankan sebelum memulai program penurunan berat badan.
Pola makan yang seimbang menjadi fondasi utama dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh secara optimal. Pasokan kalori sebaiknya bersumber dari bahan makanan segar dan minim proses pengolahan.
"Pola makan seimbang memberi tubuh nutrisi yang dibutuhkan agar berfungsi dengan baik. Untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, sebagian sebagian besar kalori harian harus berasal dari buah dan sayuran segar, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan protein rendah lemak," ujar ahli diet klinis Marie Lorraine Johnson MS, RD, CPT.
Kebutuhan energi setiap orang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor biologis seperti jenis kelamin, usia, serta intensitas aktivitas fisik yang dilakukan sehari-hari.
"Kalori adalah ukuran energi yang disediakan oleh makanan. Jumlah kalori yang dibutuhkan seseorang bergantung pada jenis kelamin, usia, dan tingkat aktivitasnya."
Pengaturan pola makan yang dikombinasikan dengan aktivitas fisik secara teratur dapat meminimalkan risiko obesitas. Kondisi berat badan berlebih diketahui memicu berbagai gangguan kesehatan kronis.
"Tanpa olahraga, seseorang juga akan memiliki risiko lebih tinggi terhadap obesitas dan berbagai penyakit yang membentuk sindrom metabolik, seperti diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi," ungkap Johnson.
Faktor lain seperti kualitas tidur dan pengelolaan tingkat stres juga memegang peranan penting. Penurunan berat badan akan berjalan optimal jika seluruh aspek gaya hidup sehat terpenuhi secara menyeluruh.
"Kesehatan yang optimal melampaui nutrisi. Butuh olahraga, tidur nyenyak, dan meminimalkan stres juga penting," ungkap ahli nutrisi olahraga, Rudy Mawer, MSc, CISSN.
Terdapat beberapa opsi aktivitas fisik yang efektif untuk mereduksi berat badan. Latihan kekuatan bermanfaat untuk membangun sekaligus menjaga massa otot tubuh tetap ideal.
Sementara itu, jenis olahraga aerobik seperti jalan kaki, jogging, atau bersepeda memiliki fungsi utama untuk membakar kalori. Aktivitas fisik yang konsisten juga membantu mengontrol hormon yang meregulasi rasa lapar.
Berdasarkan studi ilmiah di jurnal iScience pada tahun 2021, peningkatan kebugaran kardiovaskular memberikan dampak positif bagi kesehatan jangka panjang. Manfaat kebugaran ini tetap diperoleh tubuh terlepas dari hasil penurunan berat badan yang dicapai.