Taste Atlas Rilis Daftar Kue Paling Ikonik di Dunia

Share

Situs kuliner dunia Taste Atlas baru-baru ini merilis daftar kue paling ikonik di dunia. Menariknya, jajanan pasar khas Indonesia yaitu kue lapis berhasil masuk ke dalam daftar internasional tersebut.

Kue tradisional dinilai bukan sekadar makanan manis pendamping. Kudapan ini merepresentasikan budaya, simbol upacara adat, hingga sarana pelestarian sejarah dari generasi ke generasi di setiap negara.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Taste Atlas membagikan jajaran hidangan penutup yang dinilai paling legendaris. Dilansir dari Detik Food, beberapa kue ikonik yang masuk daftar berasal dari berbagai negara, mulai dari Spanyol hingga Indonesia.

Berikut adalah beberapa kue tradisional dari berbagai belahan dunia yang mendapat predikat paling ikonik beserta penilaian dari Taste Atlas.

1. Schwarzwälder Kirschtorte (Jerman)

Kue ini lebih populer dengan nama black forest. Kuliner manis asal Jerman ini terdiri atas lapisan bolu cokelat lembut, krim kocok, dan ceri Morello yang direndam dalam minuman alkohol ceri khusus bernama kirschwasser.

Penggunaan minuman ceri tersebut menjadi identitas utama hidangan yang dilindungi secara budaya di Jerman. Muncul sejak tahun 1934, hidangan penutup ini mendapatkan penilaian bintang 4 dari situs Taste Atlas.

2. Pavlova (Selandia Baru)

Pavlova merupakan hidangan penutup yang menggunakan bahan dasar meringue atau kocokan putih telur dan gula. Tekstur kue ini renyah pada bagian luar namun tetap lembut di dalam, lalu diberi lapisan krim kocok serta selai lemon.

Kue ini dibuat untuk menghormati balerina legendaris bernama Anna Pavlova saat dirinya melakukan tur ke Australia dan Selandia Baru pada tahun 1920-an. Rasanya yang segar dan elegan membuat kue ini mendapatkan penilaian sebesar 3.9.

3. Kue Lapis (Indonesia)

Kudapan tradisional asal Indonesia ini berhasil meraih penilaian sebesar 3.8 dari Taste Atlas. Kue lapis dikenal memiliki tekstur yang kenyal dan dibuat dengan metode pengukusan berselang-seling.

Bahan utama pembuatannya meliputi kombinasi tepung beras, tepung tapioka, santan, gula, dan pewarna makanan alami. Proses pembuatannya yang rumit melambangkan filosofi tentang kesabaran, ketelitian, serta keharmonisan hidup, sekaligus menjadi simbol kemakmuran.

4. Kasutera (Jepang)

Kue bolu tradisional Jepang yang juga dikenal dengan nama Castella ini dibawa oleh pedagang Portugis pada abad ke-16. Namanya diambil dari istilah pao de Castela yang berarti roti dari Castille.

Tekstur kuenya mengembang alami hanya dari busa telur tanpa tambahan mentega atau minyak, sehingga menghasilkan tekstur yang lembut dan lembap. Kue yang kini populer dalam varian matcha hingga madu ini mendapatkan poin 4.

5. Basque Cheesecake (Spanyol)

Berasal dari San Sebastian, Spanyol, kue ini dikenal lokal dengan sebutan tarta de queso atau gazta tarta. Hidangan ini memadukan kombinasi sederhana dari bahan gula, krim kental, dan krim keju.

Berbeda dengan cheesecake biasa, versi ini dipanggang pada suhu tinggi tanpa lapisan biskuit bawah. Proses ini menghasilkan lapisan atas yang agak gosong beraroma karamel dengan bagian tengah yang creamy, dan meraih skor tertinggi sebesar 4.3.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author