Taliban Gandeng Rusia Perbaiki Sistem Persenjataan Militer di Afganistan
Menteri Pertahanan sementara pemerintahan Taliban Mullah Muhammad Yaqoob tiba di Kabul pekan lalu setelah menandatangani perjanjian kerja sama militer-teknis baru dengan Rusia di Moskow untuk memperbaiki sistem persenjataan Afganistan.
Kesepakatan tersebut dilakukan demi memulihkan alat utama sistem persenjataan peninggalan Uni Soviet dan NATO yang saat ini terbengkalai, seperti dilansir dari Detikcom. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan perbatasan antara Afganistan dan Pakistan.
Pemerintah Taliban menegaskan bahwa kerja sama ini bukan merupakan pakta pertahanan atau keamanan bersama. Prioritas utama dari kontrak tersebut adalah pemeliharaan helikopter Mi-17 dan pesawat militer lainnya yang menjadi tumpuan angkatan udara.
Mantan diplomat Afganistan untuk Rusia Ghaus Janbaz memberikan analisis mengenai dimensi politik di balik kerja sama teknis persenjataan kedua pihak tersebut.
"Ini mencakup kerja sama militer dan teknis, namun pada tingkat tertentu juga memiliki dimensi politik," kata Ghaus Janbaz, Mantan Diplomat Afganistan untuk Rusia.
Janbaz menambahkan bahwa posisi Moskow menjadi penting karena wilayah Asia Tengah yang berbatasan dengan Afganistan krusial bagi keamanan Rusia di tengah tekanan konflik Ukraina.
"Afganistan juga berbatasan dengan negara-negara tersebut, dan ada kemungkinan ancaman muncul melalui Afganistan menuju negara-negara itu maupun Rusia, sehingga Rusia berupaya mengamankan jalur ini," kata Ghaus Janbaz, Mantan Diplomat Afganistan untuk Rusia.
Pihak Rusia melalui utusan khusus Zamir Kabulov menyatakan kesepakatan ini membuka peluang kontrak pertahanan masa depan. Di sisi lain, mantan Menteri Abas Basir menilai hubungan ini murni pragmatis karena Taliban membutuhkan legitimasi ekonomi sedangkan Rusia ingin membendung kelompok Islamic State Khorasan (ISKP).