Taiwan Gelar Latihan Militer Wan Chun untuk Militer Militer
Presiden Taiwan Lai Ching-te dan jajaran pejabat tinggi mengikuti latihan simulasi evakuasi darurat menggunakan kendaraan lapis baja menuju pusat komando berbenteng pada Rabu malam di Taipei. Simulasi bernama Wan Chun ini digelar untuk menguji kesiapan kepemimpinan menghadapi potensi serangan pelumpuhan dari China.
Latihan yang menjadi bagian dari latihan militer tahunan Han Kuang selama 10 hari tersebut dirancang untuk memastikan kelangsungan pemerintahan saat situasi krisis. Dalam peragaan video resmi, kendaraan lapis baja membawa Presiden Lai yang mengenakan rompi anti-peluru menuju pusat komando dekat Kementerian Pertahanan.
Juru bicara kepresidenan memberikan penjelasan resmi mengenai tujuan utama pelaksanaan simulasi evakuasi tersebut di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
"Latihan ini ditujukan untuk meninjau struktur komando, koordinasi antarlembaga, dan mekanisme tanggap darurat, sehingga dapat memastikan pemerintah terus beroperasi secara efektif dan menjaga keamanan nasional," kata Karen Kuo, juru bicara kepresidenan Taiwan.
Simulasi evakuasi kepemimpinan Wan Chun telah ada sejak era Perang Dingin dan pernah diikuti mantan presiden seperti Tsai Ing-wen serta Ma Ying-jeou. Selain evakuasi presiden, latihan Han Kuang melibat seluruh elemen pertahanan pulau tersebut.
Pada Kamis malam, pasukan militer Taiwan mensimulasikan pertahanan Jembatan Danjiang sepanjang hampir satu kilometer di atas Sungai Tamsui untuk menutup jalur menuju Taipei. Pasukan memasang barikade dan kawat berduri untuk menahan laju musuh.
Sebanyak 20.000 prajurit cadangan dimobilisasi pada dua hari pertama latihan untuk menjaga infrastruktur krusial seperti pelabuhan, pembangkit listrik, dan jembatan. Sistem rudal pertahanan udara seperti Patriot dan Tien-Kung juga disiagakan di jalan-jalan pusat kota Taipei.