Bantah Tuduhan Matchfixing Dota 2 TaiLung Buka Suara Usai Dibanned PGL
Pemain profesional Dota 2 asal Peru, TaiLung, memberikan klarifikasi terkait sanksi larangan bertanding permanen yang dijatuhkan oleh PGL. Hukuman tersebut membuat TaiLung dilarang tampil dalam berbagai ajang garapan PGL, termasuk The International 2026, seperti dilansir dari Gamebrott. Sanksi tersebut diberikan setelah TaiLung diduga terlibat dalam praktik manipulasi pertandingan atau 322 demi meraih keuntungan dari taruhan.
Melalui pernyataan di akun Facebook pribadinya, pemain muda ini membantah keras tuduhan yang diarahkan kepadanya. TaiLung menyampaikan permohonan maaf atas sikap diamnya selama ini dan merasa perlu menjelaskan situasi dari sudut pandangnya. Ia menceritakan bahwa tim LGD Gaming sebelumnya mendapat informasi mengenai adanya aktivitas taruhan mencurigakan pada pertandingan yang melibatkan tim tersebut.
Setelah mengumpulkan informasi, TaiLung mengetahui akun misterius tersebut melakukan taruhan dengan nilai berkisar antara 20.000 hingga 40.000 Sol Peru. Menurutnya, aktivitas akun itu tidak hanya bertaruh pada laga LGD Gaming, tetapi juga memiliki rekam jejak kekalahan dalam taruhan.
Kecurigaan kemudian mengarah kepada TaiLung hingga membuat sejumlah rekan setimnya kehilangan kepercayaan. Dua anggota tim LGD Gaming, KJ dan Yuma, sempat mendatangi TaiLung untuk menanyakan keterlibatannya, namun TaiLung menegaskan tidak memiliki hubungan apapun dengan akun tersebut. Tekanan yang tinggi diakui TaiLung membuat kondisi emosionalnya tidak stabil dan berujung pada tindakan keliru. Saat proses investigasi internal oleh LGD Gaming berjalan, ia secara terbuka menyerahkan ponsel miliknya untuk diperiksa oleh pihak manajemen.
Hasil pemeriksaan menemukan percakapan lama di Discord yang dijadikan bukti indikasi manipulasi pertandingan, meski TaiLung mengklaim pesan itu hanyalah gurauan semata. Situasi semakin memburuk saat ia menerima pesan singkat dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai ibunya dan membahas sejumlah uang. Merasa sangat terpojok akibat pesan misterius tersebut, TaiLung secara impulsif membanting dan menghancurkan ponsel pribadinya. Ia meminta maaf atas aksi emosional tersebut yang terkesan seperti upaya menghilangkan barang bukti.
Kini, TaiLung menuntut adanya proses investigasi yang terbuka dan menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama penuh. Ia meminta PGL dan LGD Gaming untuk membeberkan bukti-bukti konkret jika dirinya memang terbukti melakukan pelanggaran berat. TaiLung menegaskan tidak meminta perlakuan khusus atau memaksa publik untuk memercayai pernyataannya.
Ia hanya menginginkan kejelasan atas dasar tuduhan yang berujung pada hukuman ban permanen tersebut. Di sisi lain, pemain profesional Peru dari tim Amaru Gaming, K1, mengunggah bukti tangkapan layar percakapan WhatsApp. Bukti itu memperlihatkan akun bernama kontak Santi yang menginstruksikan seseorang untuk memasang taruhan opsi kill ganjil.
Nama Santi merujuk pada nama asli TaiLung, yaitu Santiago, disertai foto profil yang identik dengan akun Facebook miliknya. Unggahan K1 ini semakin memperkuat dugaan keterlibatan TaiLung dalam skandal matchfixing tersebut.
Hingga saat ini, TaiLung belum memberikan klarifikasi lanjutan mengenai bukti tangkapan layar yang disebarkan oleh K1. Pihak PGL maupun LGD Gaming juga belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan keterbukaan bukti investigasi tersebut.