by

Tahapan Pilkada Belum Selesai, Azis Syamsuddin: Kedepankan Silahturahmi

Hasil hitungan cepat menjadi barometer dalam melihat hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Namun keputusan tetap di tangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga negara yang memiliki legitimasi.

Atas dasar itu, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin meminta semua pihak, baik para kandidat maupun tim sukses memperkuat silaturahim pasca Pemilu Serentak 2020. Kompetisi dalam ranah Pilkada, adalah upaya menarik suara pemilih, tidak pula merenggangkan tali persaudaraan.

Ajakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu sebagai wujud menjaga suasana yang tertib dan kondusif.

“Lemaskan dulu urat syaraf kita. Kedepankan silaturahim untuk menciptakan suasana yang tertib dan kondusif. Menciptakan kesejukan bagian dari harapan masyarakat,” terangnya, Kamis (10/12/2020).

Baca Juga  Pilkda Sebentar Lagi, Jangan Mau Diiming-Imingi Uang Apalagi Cuma Minyak Goreng

Jangan sekali-sekali menggunakan jalan kekerasan untuk menyelesaikan sengketa dalam seluruh tahapan pesta demokrasi itu. Jika ada indikasi-indikasi kecurangan dan lain-lain, gunakan saja saluran hukum yang ada.

“Jangan lagi menggunakan cara-cara kekerasan untuk menyelesaikan masalah. Ingat, kita masih ada dalam situasi pandemi Covid-19. Jadi, jangan buat hal-hal yang merugikan banyak orang,” pintanya.

Ditambahkan Azis, penyelengaraan Pilkada 2020 belum berakhir dengan rampungnya tahapan pemungutan suara.

Pilkada masih akan berlanjut ke tahapan rekapitulasi suara, sengketa pemilu, penetapan calon terpilih hingga pelantikan kepala daerah. Pada tahapan-tahapan tersebut masih ada potensi gangguan keamanan.

Baca Juga  Azis Syamsuddin Beri Selamat Joe Biden, Rakyat AS Memulai Harapan Baru

“Ketidakpuasan itu akan berpotensi terjadinya gangguan seperti kekerasan fisik, ada juga peserta pilkada yang nantinya akan menempuh jalan peradilan. Maka sejak sekarang, semua instrumen terutama peserta kompetisi, bisa menjaga kondusivitas,” pintanya.

Pilkada Serentak kali ini, tak berbedah jauh dengan Pilkada sebelumnya. Bahkan diprediksi akan muncul gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan biasanya berasal dari dua kelompok.

Pertama, kelompok yang merasa menang namun merasa dicurangi. Kedua kelompok yang sebenarnya tahu kalah namun tetap menggugat dengan niat dan alasan tertentu.

“Itu dinamikanya. Sekali lagi sikapi dengan bijak. Pasangan calon yang akan melakukan gugatan ke MK tentu memiliki hak. Silahkan ajukan disertai bukti dan kelengkapannya, tanpa harus membuat keonaran,” tegas Wakil Rakyat dari Dapil II Lampung itu.

Baca Juga  Waspada Teroris Bermain di Peredaran Narkoba, Pernyataan DPR Jadi Warning

Terakhir, Azis Syamsuddin menilai pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 belangsung sukses dalam meredam sebaran Virus Corona.

Dari data olahan informasi ke Pusat Pengendalian Covid-19 BNPB ternyata tidak ada bedanya tren perkembangan Covid-19 ini antara daerah yang melakukan Pilkada dengan non Pilkada.

“Saya melihat mulai dari penyelenggaraan awal tahapan dulu hingga hari pemungutan suara 9 Desember ini berjalan aman dan lancar. Semoga ini akan berlangsung seterusnya hingga penetapan dan pelantikan pasangan calon terpilih,” pungkasnya. (oke/alx)

Baca Juga