Suriah Ambil Alih Pangkalan Militer Rusia di Pesisir Mediterania

Share

Suriah dan Rusia menandatangani nota kesepahaman setelah 18 bulan negosiasi untuk mengalihkan pengelolaan pangkalan militer Rusia di pesisir Mediterania Suriah, seperti diumumkan Kementerian Luar Negeri Suriah pada Minggu (09/08), dilansir dari Detikcom.

Pangkalan militer Rusia yang selama ini mendukung rezim mantan Presiden Bashar Assad selama perang saudara 13 tahun di Suriah akan dialihkan ke pengelolaan pemerintah Suriah. Proses pengambilalihan ini diperkirakan selesai dalam waktu tiga bulan.

Kementerian Luar Negeri Suriah menjelaskan fasilitas yang akan dialihkan mencakup Bandara Hmeimim dan dermaga komersial di Pelabuhan Tartus. Media pemerintah menambahkan pangkalan tersebut akan diubah menjadi pusat pelatihan dan peningkatan kapasitas bersama dengan menjaga kepentingan bersama.

Rusia belum memberikan komentar resmi terkait kesepakatan tersebut.

Selama perang saudara Suriah mulai 2011 hingga 2024, Rusia menjadi pendukung utama rezim Bashar Assad yang kemudian digulingkan pada Desember 2024 dan kini berada dalam pengasingan di Moskow.

Presiden Suriah saat ini, Ahmad al-Sharaa, memimpin aliansi pemberontak Islamis yang melawan pasukan pemerintah selama konflik. Penggulingan Assad menjadi pukulan besar bagi pengaruh Rusia di kawasan itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin berupaya membangun hubungan dengan kepemimpinan baru Suriah demi mempertahankan dua pangkalan militer resmi Rusia yang tersisa di luar bekas wilayah Uni Soviet.

Al-Sharaa telah bertemu Putin dua kali di Moskow sejak memimpin Suriah pada Januari 2025. Dalam kunjungan terakhir, Putin mengatakan, "banyak hal soal pemulihan hubungan telah tercapai."

Kementerian Suriah juga menuntut Moskow mengekstradisi Bashar Assad sebagai bagian dari upaya penyesuaian hubungan kedua negara.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: pangkalan militer Rusia Suriah
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author