Kapal Supertanker Irak Berhasil Lewati Blokade Amerika Serikat

Share

Sebuah kapal supertanker pengangkut minyak mentah Irak menuju China dilaporkan telah meninggalkan kawasan Teluk Persia dan berhasil melewati garis blokade Amerika Serikat (AS) menuju Laut Arab pada Senin (25/5/2026), di tengah bergulirnya negosiasi pemulihan jalur Selat Hormuz.

Pelayaran kapal bernama Eagle Verona yang membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah ini terpantau melalui data pelacakan kapal yang dihimpun Bloomberg, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Arus keluar-masuk kapal komersial di kawasan kaya minyak tersebut sebelumnya sempat lumpuh total setelah Iran menutup Selat Hormuz secara efektif akibat serangan AS dan Israel pada akhir Februari lalu.

Di tengah ketegangan tersebut, negosiasi diplomatik dilaporkan terus berjalan untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali jalur pelayaran internasional.

Sejumlah pejabat senior AS menyatakan bahwa kedua belah pihak sedang mematangkan perjanjian yang akan membuka kembali jalur pelayaran internasional tersebut pada hari Minggu (24/5/2026).

Sebelumnya, situasi sempat diwarnai oleh silang pendapat antara pihak Amerika Serikat dan Iran mengenai progres kesepakatan damai kedua negara.

"sebagian besar telah dinegosiasikan." kata Donald Trump.

Pernyataan sepihak tersebut langsung mendapatkan respons penolakan dari pihak media resmi pemerintah Iran.

"jauh dari kenyataan" sebut kantor berita Iran, Fars, tanpa mengutip sumber tertentu.

Berdasarkan data maritim Equasis, kapal Eagle Verona yang dimiliki oleh AET Inc PTE Ltd ini telah memuat kargonya di Terminal Minyak Basra sejak 28 Februari lalu dan dijadwalkan tiba di pelabuhan Ningbo, China, pada 12 Juni mendatang. Keberangkatan tanker ini menyusul langkah kapal pengangkut gas alam cair (LNG) Al Hamra yang sebelumnya telah membawa pengiriman LNG pertama ke India sejak konflik dimulai.

Laporan dari kantor berita semi-resmi Iranian Students' News Agency (ISNA) pada hari Minggu mencatat, sebanyak 33 kapal komersial telah berhasil berlayar melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir setelah mengantongi izin resmi dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Sementara itu, Komando Sentral AS (CENTCOM) melalui unggahannya di platform X pada hari Sabtu menyatakan bahwa Angkatan Laut AS telah mengalihkan rute sekitar 100 kapal komersial selama enam minggu jalannya operasi blokade yang diterapkan sejak pertengahan April.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author