Stasiun Gunung Putri Bogor Terbengkalai dan Tak Beroperasi Sejak 2006
Kereta melintas setiap hari tanpa pernah berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di Stasiun Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Bangunan stasiun tersebut kini terbengkalai serta dikelilingi ilalang tinggi, genangan air, dan tumpukan sampah.
Kondisi Stasiun Gunung Putri yang terletak di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri ini memprihatinkan, seperti dilansir dari Detikcom pada Jumat (7/8/2026). Bau tak sedap akibat genangan air dan sampah mengganggu area sekitar stasiun, padahal lokasi tersebut berdekatan dengan permukiman warga yang padat.
Fasilitas di area stasiun rusak parah dan tidak terawat. Di dalam bangunan stasiun terdapat dua ruangan, salah satunya bekas toilet yang hanya menyisakan kloset dan bak penampungan air.
Warga setempat bernama Nurhayati (65) mengungkapkan bahwa stasiun tersebut sudah tidak beroperasi selama dua dekade.
"Sekarang kondisinya sudah amburadul, terakhir beroperasi 2006," kata Nurhayati.
Nurhayati yang tinggal tepat di atas stasiun mengaku menyayangkan area stasiun yang terbengkalai tanpa ada petugas yang membersihkan.
"Nggak ada (yang bersihkan), terbengkalai. Lihat aja rumputnya sampe bala jadi kotor, jadi kumuh," ujar Nurhayati.
Nurhayati berharap stasiun tersebut dapat diaktifkan kembali agar mempermudah mobilitas warga sekitar.
"Mudah-mudahan cepat dibangun, kita naik kereta jadi gampang dekat nggak harus ke (Stasiun) Nambo," tutur Nurhayati.
Warga lain bernama Sholihah (48) menuturkan bahwa dirinya mendengar kabar mengenai rencana perbaikan lokasi tersebut.
"Kalau sekarang ya nggak terurus ya, ya nggak terawat lah. Tapi ini nanti katanya sih mau ada perbaikan, mau ada rencananya mau dua jalur," kata Sholihah.
Sebelum KRL rute Nambo-Jakarta Kota kembali beroperasi, area sekitar rel sempat dimanfaatkan warga sebagai pasar dadakan setiap hari Jumat. Pasar tersebut dihentikan demi alasan keselamatan perjalanan kereta api.
Sholihah juga menceritakan kawasan stasiun terbengkalai itu dulu pernah menjadi lokasi penemuan mayat korban pembunuhan dan lokasi aksi bunuh diri.
"Ya kalau pembunuhan mah satu kemarin, tahun berapa tuh ya, udah lama tapi ya pas masih ada pasar rel, pasar Jumat, pasar dadakan itu nah. Sekarang mah udah nggak ada," ucap Sholihah.
"Iya, soalnya kan mengganggu aktivitas juga, takut-takut ada kecelakaan juga," ujar Sholihah.