Stadion Modern Ubah Strategi dengan Menjual Pengalaman Premium

Share

Menonton pertandingan olahraga dari pinggir lapangan menawarkan sensasi berbeda dibanding menyaksikannya dari tribun atau layar televisi. Jarak dekat membuat kecepatan, kekuatan, dan kemampuan para atlet terasa jauh lebih nyata.

Namun, pengalaman premium seperti melihat Shohei Ohtani memukul home run atau Steph Curry mencetak tiga poin dari tepi lapangan biasanya hanya bisa dinikmati kalangan tertentu. Hal ini serupa dengan atmosfer laga persahabatan Prancis melawan Brasil di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, sebagai persiapan menuju Piala Dunia.

Dalam laga tersebut, Kylian Mbappe tampil dan mencetak gol pembuka pada menit ke-30. Momen berharga itu justru terlewatkan oleh sebagian penonton karena perhatian mereka tertuju pada fasilitas lounge premium yang berada tepat di sisi lapangan.

Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, kunjungan ke stadion tersebut bertujuan membandingkan pengalaman menonton dari area terbaik dan area paling standar di stadion tuan rumah Piala Dunia. Perbandingan ini menjadi relevan karena harga tiket kini menjadi perbincangan besar.

FIFA menerapkan sistem harga dinamis yang membuat tiket sejumlah pertandingan populer menembus ribuan dolar AS. Kursi terbaik bahkan dijual lebih dari US$10.000 atau sekitar Rp178 juta, yang menjadi harga tertinggi sepanjang sejarah Piala Dunia.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut tingginya harga tiket mencerminkan karakter pasar olahraga Amerika Serikat. Namun, banyak pihak menilai perbandingan yang ia gunakan dengan harga tiket olahraga lain di negara tersebut kurang tepat.

Biaya menonton olahraga terpantau terus meningkat secara signifikan. Data Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan harga tiket acara olahraga melonjak 123% sejak tahun 2000, jauh melampaui inflasi.

Kondisi itu membuat menonton pertandingan langsung semakin identik dengan kalangan berpenghasilan tinggi. Akibatnya, pengelola stadion berlomba menghadirkan fasilitas premium untuk menarik minat kelompok tersebut.

Di Allegiant Stadium, Las Vegas, tersedia Wynn Field Club yang menawarkan area eksklusif dekat lapangan dengan tarif mencapai puluhan ribu dolar untuk satu acara. Sementara di Miami, Kaseya Center menghadirkan klub premium yang memungkinkan pengunjung melihat pemain Miami Heat keluar-masuk ruang ganti.

Stadion modern kini tidak hanya menjual kursi, tetapi juga menawarkan pengalaman. Area VIP yang dulu tersembunyi kini sengaja ditampilkan dalam siaran televisi untuk menarik perhatian publik.

SoFi Stadium di Los Angeles memiliki cabana terbuka di dekat bangku pemain. Di sisi lain, sejumlah stadion NFL menghadirkan lounge mewah di area end zone.

Gillette Stadium mengikuti tren tersebut melalui Bud Light Celebration Beer Hall yang dibuka pada 2023. Dari area ini, pengunjung hanya berjarak beberapa meter dari lapangan, bahkan bisa mengakses pemain lebih dekat saat pertandingan New England Patriots berlangsung.

Sebelum laga Prancis melawan Brasil dimulai, legenda sepak bola Brasil Bebeto dan bintang NBA Jayson Tatum sempat menyapa para tamu di area premium tersebut. Fasilitas beer hall ini merupakan bagian dari proyek renovasi bernilai US$250 juta.Untuk mengaksesnya saat pertandingan Patriots, pemegang tiket musiman harus membayar tambahan sekitar US$5.000 per musim. Posisi di pinggir lapangan ternyata tidak selalu menjadi tempat terbaik untuk mengikuti jalannya pertandingan sehingga stadion memasang layar raksasa.

Perubahan Perilaku dan Demografi Penonton

Chief Operating Officer Kraft Sports + Entertainment Jim Nolan menilai perilaku penonton telah berubah. Penggemar tidak lagi datang hanya untuk duduk dan menonton pertandingan, tetapi juga untuk bersosialisasi, menikmati makanan, dan mencari pengalaman eksklusif.

Perubahan itu terlihat jelas di pasar tiket sekunder. Pada 2023, akses ke klub dan lounge premium hanya menyumbang 9% transaksi di platform SuiteHop, namun kini porsinya melonjak menjadi 38%.

Fasilitas lounge semakin diminati generasi muda karena menawarkan suasana santai dibanding suite korporat tradisional. Area ini menyediakan berbagai kenyamanan seperti bar, pendingin ruangan, dan kamar mandi pribadi.

Tren ini muncul ketika semakin banyak anak muda yang tidak memiliki keterikatan dengan olahraga seperti generasi sebelumnya. Kualitas siaran televisi dan layanan streaming yang semakin baik juga membuat banyak orang mempertanyakan manfaat datang langsung ke stadion.

Oleh karena itu, stadion terus mencari cara baru untuk menarik pengunjung melalui berbagai fasilitas yang tidak bisa didapatkan di rumah. Meski demikian, daya tarik utama olahraga tetap berada di lapangan.

Saat para pemain Brasil keluar dari terowongan menuju lapangan di hadapan ribuan pendukung berbaju hijau dan kuning, alasan orang rela membayar mahal menjadi lebih mudah dipahami. Sebaliknya, pengalaman berbeda muncul ketika berpindah ke kursi biasa seharga US$89 untuk pertandingan Patriots.

Posisinya memang tinggi dan curam, tetapi justru memberikan sudut pandang yang lebih baik untuk memahami strategi serta pergerakan pemain. Kedua pengalaman tersebut menawarkan keunggulan masing-masing bagi para pencinta olahraga.

Area premium menghadirkan kedekatan dan eksklusivitas yang mewah. Sementara itu, tribun atas memberikan pandangan terbaik terhadap jalannya pertandingan dan atmosfer suporter secara utuh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author