ST Burhanuddin Melantik 34 Pejabat Eselon II Kejaksaan Agung
Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik serta memimpin pengambilan sumpah jabatan puluhan Kepala Kejaksaan Tinggi dan pejabat Eselon II di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Sebanyak 34 posisi strategis diisi oleh pejabat baru, termasuk Dr. Sutikno sebagai Kajati DK Jakarta, Dr. RD Teguh Darmawan sebagai Kajati Jawa Barat, Muhammad Syarifuddin sebagai Kajati Sulawesi Selatan, dan Saiful Bahri Siregar sebagai Direktur Penyidikan JAM Pidsus.
Rotasi dan promosi jabatan ini dilakukan sebagai langkah strategis organisasi untuk memperkuat manajemen karier pegawai serta mendorong peningkatan kinerja di lingkungan Kejaksaan.
Jaksa Agung menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah dan wujud kepercayaan pimpinan yang harus dipertanggungjawabkan.
"Jabatan bukan sekadar kedudukan, kehormatan, maupun kekuasaan, melainkan sebuah amanah dan wujud kepercayaan pimpinan yang harus dijaga serta dipertanggungjawabkan dengan integritas, profesionalitas, dan loyalitas," ujar ST Burhanuddin, Jaksa Agung Republik Indonesia.
Burhanuddin mengingatkan bahwa pelantikan ini berlangsung di tengah dinamika organisasi dan masa ujian bagi institusi Kejaksaan.
"Berikan perhatian serius terhadap penanganan perkara-perkara yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat luas, maupun perkara yang berdampak besar terhadap keuangan dan perekonomian negara," ucap Burhanuddin, Jaksa Agung Republik Indonesia.
Ia menekankan pentingnya peran Kejaksaan di daerah dalam menangani perkara korupsi strategis secara profesional agar tidak terpusat di Kejagung.
"Sumpah jabatan yang telah diucapkan harus dimaknai sebagai janji suci dan tanggung jawab yang kelak dimintai pertanggungjawabannya kepada negara, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa," tutur Burhanuddin, Jaksa Agung Republik Indonesia.
Mengenai pelaksanaan tugas para Kepala Kejaksaan Tinggi di daerah, Burhanuddin meminta penegakan hukum dilakukan secara terukur dan kondusif.
"Para Kajati merupakan cerminan dan representasi institusi Kejaksaan di daerah," ujarnya, Jaksa Agung Republik Indonesia.
Ia menginstruksikan penguatan sinergi dengan Forkopimda serta peningkatan pengawasan melekat secara ketat guna mencegah penyalahgunaan wewenang.
"Transparansi publik juga harus diperkuat melalui publikasi capaian kinerja secara aktif dan berkelanjutan. Dari sisi internal, pengawasan melekat (waskat) wajib ditingkatkan secara ketat agar tidak ada ruang bagi penyalahgunaan wewenang, dan setiap indikasi pelanggaran harus ditindak tegas secara berjenjang sesuai dengan peraturan perundang-undangan," tutur Burhanuddin, Jaksa Agung Republik Indonesia.
Burhanuddin mengingatkan jajaran pejabat di daerah untuk menjaga keteladanan integritas melalui pola hidup sederhana.
"Para pejabat di daerah pun dituntut untuk senantiasa menjaga keteladanan integritas diri serta keluarga melalui pola hidup yang sederhana, tegas, dan bertanggung jawab," imbuhnya, Jaksa Agung Republik Indonesia.
Bagi pejabat Eselon II yang baru dilantik, Burhanuddin menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja di satuan kerja masing-masing.
"Seluruh jajaran Eselon II diharapkan memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan strategis Kejaksaan dengan senantiasa berpedoman pada prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance)," terangnya, Jaksa Agung Republik Indonesia.
Acara diakhiri dengan penyampaian apresiasi atas pengabdian para pejabat lama dan dukungan dari Ikatan Adhyaksa Dharma Karini.
"Ibarat matahari, jabatan pasti akan terbenam, tetapi cahaya pengabdian akan senantiasa menyala. Semoga setiap langkah yang kita tempuh bernilai ibadah, setiap Amanah yang kita tunaikan membawa berkah dan setiap kebaikan yang kita tanam menjadi jejak kemuliaan hingga akhir hayat," pungkasnya, Jaksa Agung Republik Indonesia.
Prosesi pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komisi Kejaksaan RI Prof Pujiyono Suwadi, Wakil Jaksa Agung Prof Asep N. Mulyana, para Jaksa Agung Muda, serta jajaran pejabat tinggi Kejaksaan Agung.