Sosok Pendaki Wanita asal Surabaya Meninggal di Gunung Piramid

Share

Keluarga menyelimuti kediaman Maliya Finda (51) di Jalan Cipunegara, Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, setelah sang pendaki ditemukan meninggal di Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (4/8/2026).

Sebelum insiden nahas tersebut terjadi, korban baru saja menyambut kelahiran cucunya sekitar dua minggu lalu.

"Beliau putrinya satu orang. Iya, sudah punya cucu, dua minggu lalu baru lahiran anaknya," ujar Wawan, keponakan korban saat ditemui di teras rumah duka, Selasa (4/8/2026) sore.

Perjalanan Finda bermula ketika berangkat dari Surabaya pada Sabtu (1/8/2026) pagi untuk melakoni pendakian privat dengan metode tektok bersama seorang pemandu lokal bernama Irfan Nasrul Laili (35). Kegiatan pendakian singkat tanpa menginap tersebut mulai melangkah ke jalur pendakian Gunung Piramid pada Minggu (2/8/2026) pagi.

"Sabtu perjalanan ke Bondowoso, Minggu pagi naik, masih kontak-kontakan. Tapi Senin sudah enggak ada kabar. Seharusnya tektok, berangkat pagi naik, sore pulang. Ternyata belum ada info kembali," ungkap Wawan.

Meskipun baru menekuni hobi mendaki gunung sekitar 2–3 tahun terakhir, Finda dikenal sangat konsisten melakoni kegiatan ekstrem ini setiap bulan dan rutin berolahraga sepeda ontel setiap hari.

"Hobi mendaki itu barusan. Dari Gunung Rinjani dan Gunung Lawu, gunung populer," terangnya.

Keberhasilan menaklukkan sejumlah puncak gunung populer dinilai menjadi pendorong kuat bagi Finda untuk mencoba tantangan baru di usianya yang menginjak paruh baya.

"Sosok beliau baik, beliau menyelesaikan ambisi mungkin. Karena sudah pernah menaiki gunung mana-mana, akhirnya penasaran lalu dicoba, melawan rasa penasaran. Usianya itu seharusnya usia istirahat, tapi beliau masih aktif di usia 51 tahun," tutur Wawan.

Kesan positif juga dirasakan para tetangga di sekitar kediamannya yang mengenal Finda sebagai pribadi yang sangat ramah.

"Kaget semua orang-orang, Mas. Beliau baik, sama kita yang di jalan kalau ketemu ya menyapa, grapyak (ramah) pokoknya," kata salah seorang tetangga di warung kopi dekat rumah korban.

Hingga Selasa sore, tim SAR gabungan masih mengupayakan evakuasi jenazah dari celah jurang yang terjal.

"Kami menunggu proses evakuasi, katanya lagi kesulitan dengan alat. Masih proses, semoga bisa dievakuasi secepatnya," pungkas Wawan.

Setelah disemayamkan di rumah duka kawasan Darmo, Surabaya, jenazah Maliya Finda akan diberangkatkan untuk dimakamkan di kompleks pemakaman umum Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author