Sopir Calya Jadi Tersangka Usai Rusak Spion MINI Cooper di Sunter
Aksi anarkis terjadi di kawasan Sunter, Jakarta Utara, setelah seorang pengemudi mobil Calya berinisial GVK merusak spion mobil MINI Cooper. Akibat insiden tersebut, korban ditaksir mengalami kerugian materi hingga mencapai Rp 50 juta.
Peristiwa ini bermula ketika pengemudi Calya berusaha menyalip namun tidak diberi jalan oleh korban. Pelaku yang tersulut emosi kemudian mematahkan kaca spion dan memukulkannya ke mobil korban.
Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan setelah video rekaman aksi pelaku viral di media sosial. Anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya akhirnya menangkap pelaku pada Kamis (9/7) malam di daerah Kwitang, Jakarta Pusat.
Dilansir dari Detikcom, aparat kepolisian kini telah resmi menetapkan pengemudi mobil Calya tersebut sebagai tersangka atas tindakan perusakan yang dilakukannya.
"Pelaku kemudian melakukan tindakan anarkis dengan menghancurkan kaca spion serta menekuk wiper mobil korban hingga mobil korban mengalami kerusakan serius dengan kerugian senilai Rp 50 juta," tulis keterangan akun medsos Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro, dikutip detikcom, Jumat (10/7/2026).
Atas perbuatannya, tersangka kini harus menghadapi jeratan hukum pidana. Pihak kepolisian menerapkan pasal berlapis terkait tindakan perusakan properti milik orang lain.
"Saat ini status sudah menjadi tersangka. Pelaku dijerat Pasal 521 KUHP Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengrusakan dengan ancaman pidana 2 tahun 6 bulan penjara," kata Panit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Nurul Farouq Fadillah.
Meski status hukumnya sudah naik menjadi tersangka, pelaku sempat berupaya mengajukan penyelesaian secara kekeluargaan. GVK menyatakan kesediaannya untuk mengganti seluruh kerugian finansial yang dialami korban.
"Pelaku sudah meminta (bersedia) ganti rugi, namun korban masih belum mau," ujar Nurul.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, insiden perusakan pada Kamis (9/7) itu dipicu oleh kesalahpahaman. Tersangka mengira kendaraannya telah diserempet oleh mobil korban sebelum melakukan aksi nekat tersebut.
"Pelaku merasa kendaraannya diserempet, namun setelah dicek tidak ada. Makanya korban tidak turun dari mobil karena ketakutan," kata AKP Nurul Farouq.