Sony Naikkan Harga PlayStation Plus Mulai Mei 2026

Share

Kebijakan kurang menyenangkan kembali datang dari Sony untuk para pengguna konsolnya. Setelah sebelumnya menaikkan harga perangkat PS5 baru maupun versi pembaruan resmi (refurbished), perusahaan teknologi asal Jepang tersebut kini mengumumkan penyesuaian tarif langganan PlayStation Plus.

Kenaikan harga ini diberlakukan untuk berbagai wilayah layanan di seluruh dunia. Informasi ini pertama kali disebarkan melalui pengumuman resmi di situs web serta akun media sosial perusahaan.

Seperti dilansir dari Gamebrott, penyesuaian tarif baru untuk layanan PlayStation Plus ini mulai berjalan pada 20 Mei 2026. Aturan ini menyasar para pelanggan baru serta pengguna lama yang ingin memperpanjang masa aktif atau berniat mengubah jenis paket mereka.

Kebijakan kenaikan ini berfokus pada opsi langganan jangka pendek, khususnya untuk durasi satu bulan dan tiga bulan. Sementara itu, pengguna yang memilih paket berlangganan langsung 12 bulan tidak akan terkena dampak dari penyesuaian harga ini.

Dalam keterangan resminya, Sony membatasi wilayah yang mengalami kenaikan harga pada region tertentu saja. Kawasan yang dipastikan terdampak meliputi Amerika Serikat, Inggris, Eropa, India, Turki, serta beberapa negara lain.

Pengguna lama di sebagian besar wilayah masih bisa menikmati tarif normal yang berlaku sebelumnya. Syaratnya, masa berlangganan mereka tidak terputus atau tidak melakukan perubahan paket. Namun, ketentuan ini tidak berlaku untuk pengguna di region India dan Turki yang langsung dikenakan tarif baru secara serentak.

Berikut adalah rincian kenaikan harga layanan PlayStation Plus berdasarkan wilayah yang diumumkan oleh Sony:

Paket 1 Bulan:

  • Amerika Serikat: US$9,99 menjadi US$10,99
  • Inggris: £6,99 menjadi £7,99
  • Eropa: €8,99 menjadi €9,99

Paket 3 Bulan:

  • Amerika Serikat: US$24,99 menjadi US$27,99
  • Inggris: £19,99 menjadi £21,99
  • Eropa: €24,99 menjadi €27,99

Faktor Pendorong Kenaikan Harga

Sony menyatakan bahwa langkah penyesuaian ini diambil untuk mengimbangi situasi pasar global yang terus bergerak dinamis. Walau manajemen tidak membeberkan detail komponen ekonomi yang dimaksud, para pengamat industri memberikan analisis mereka terkait keputusan ini.

Kenaikan biaya operasional secara menyeluruh, tekanan inflasi di tingkat global, hingga pembengkakan ongkos pengembangan infrastruktur digital dinilai menjadi pemicu utama. Selain itu, ada indikasi bahwa strategi ini berkaitan erat dengan persiapan menyambut peluncuran game besar seperti GTA VI yang diprediksi meningkatkan kebutuhan fitur multiplayer online secara masif.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author