Sony Berencana Hentikan Penjualan Game Fisik Mulai 2028

Share

Kebijakan Sony untuk menyetop distribusi game dalam bentuk fisik mulai tahun 2028 memicu gelombang kritik dari komunitas pemain game global. Langkah strategis ini diambil oleh perusahaan dengan alasan adanya pergeseran tren konsumsi media di kalangan pengguna. Mantan bos PlayStation Worldwide, Shawn Layden, memberikan pandangannya mengenai situasi ini dalam sebuah wawancara.

Dilansir dari Gamebrott, Shawn Layden mengungkapkan bahwa penurunan volume penjualan menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut.

Meskipun secara pribadi tidak sejalan dengan langkah ini, ia memprediksi era berakhirnya format cakram digital memang akan terjadi cepat atau lambat. Faktor efisiensi biaya produksi ditengarai menjadi pertimbangan mendalam bagi internal manajemen Sony.

Shawn Layden mengingat kembali masa ketika format cakram fisik memegang kendali penuh atas pasar sebelum kemunculan platform digital. Namun, porsi penjualan versi digital terus mengalami lonjakan konsisten sebesar 10% pada setiap tahunnya.

Kondisi infrastruktur jaringan internet di berbagai belahan dunia saat ini dinilai telah memadai untuk mengakomodasi aktivitas pengunduhan data berskala besar. Ketika kontribusi penjualan digital menyentuh angka 80% dan menyumbang hingga 95% dari total pendapatan, mempertahankan format fisik menjadi kurang rasional. Sebab, sisa pangsa pasar format kaset yang hanya 20% tersebut tercatat cuma memberikan kontribusi sebesar 5% bagi pendapatan perusahaan.

Di sisi lain, para pemain game aktif menyuarakan desakan agar manajemen Sony meninjau kembali kebijakan penutupan jalur fisik ini.

Komunitas mengkhawatirkan isu kelestarian arsip game jangka panjang serta potensi kehilangan akses sewaktu-waktu pada ekosistem digital.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author