Sony Electronics Rilis Kamera Cinema Line FX5 Sensor Stacked CMOS

Share

Sony Electronics resmi meluncurkan FX5, kamera full-frame terbaru dalam lini Cinema Line, pada Rabu, 22 Juli 2026. Kamera ini hadir membawa sensor gambar CMOS fully stacked dengan rentang dinamis lebih dari 15 stop serta dukungan perekaman internal format RAW X-OCN dan Open Gate.

Kamera Cinema Line FX5 ini mampu mengambil gambar beresolusi 5K hingga 60 fps, 4K hingga 120 fps, serta FHD hingga 240 fps. Sony juga meluncurkan dua aksesori opsional berupa penemu pandang OLED yang dapat dilepas dan unit pegangan XLR dengan perekaman internal hingga 96 kHz, 32-bit float.

Pihak produsen menyatakan bahwa varian ILME-FX5 dengan unit pegangan XLR dijual seharga 5.499,99 dolar AS, sementara varian bodi ILME-FX5B dibanderol 4.899,99 dolar AS dan mulai tersedia pada pertengahan Agustus 2026.

"FX5 dibangun di atas keahlian Cinema Line Sony yang dipuji oleh para sinematografer dan kreator video di seluruh dunia," kata Yang Cheng, Vice President of Imaging Solutions Sony Electronics Inc.

Sony menjelaskan bahwa kamera ini dirancang untuk mengembangkan kemampuan seri FX3 dengan mengadopsi fitur-fitur dari model VENICE 2.

"Kami ingin melangkah lebih jauh dari FX3 dengan menyertakan beberapa fitur VENICE 2, seperti perekaman RAW internal dan Open Gate. Fitur-fitur seperti ini sangat diminta dan akan memberi kreator kebebasan kreatif lebih besar dengan alur kerja yang lebih mudah," ujar Yang Cheng, Vice President of Imaging Solutions Sony Electronics Inc.

Perangkat ini dilengkapi tiga pengaturan ISO dasar yakni ISO 800, ISO 4000, dan ISO 12800 guna menekan bintik latar belakang (noise). Sistem fokus otomatis berbasis AI mampu mengenali mata, kepala, dan tubuh subjek secara presisi bahkan dalam kondisi minim cahaya.

Pengujian langsung terhadap performa kamera dalam ruang produksi dilapangan juga telah dilakukan oleh sinematografer profesional.

"Saya merasa FX5 adalah kamera yang menggabungkan ekspresi gambar berkualitas tinggi dan mobilitas dalam bodi yang ringkas, memungkinkan orang untuk menggunakannya di berbagai lingkungan pengambilan gambar," kata Claudio Miranda, ASC, sinematografer film Top Gun: Maverick dan F1® The Movie.

Kamera ini turut membawa fitur stabilisasi gambar optik 5-poros di dalam bodi, layar sentuh LCD 3,5 inci dengan engsel multi-sudut 4-poros, fan pendingin berefisiensi tinggi, dua port USB Type-C, serta dukungan baterai NP-SA100 berkapasitas 2670 mAh.

Sutradara film ternama juga memberikan tanggapannya mengenai penggunaan kamera portabel ini untuk pembuatan film bergaya gerilya di berbagai wilayah.

"Pembuatan film gerilya baru saja naik ke tingkat berikutnya karena FX5 adalah kamera sinema run-and-gun yang sulit ditandingi," kata Gareth Edwards, sutradara The Creator, Rogue One: A Star Wars Story, dan Jurassic World: Rebirth.

Sony memproyeksikan pembaruan perangkat lunak (firmware) versi 2.0 yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2027 untuk menambah kemampuan perekaman bingkai tinggi hingga 240 fps dalam format X-OCN serta antarmuka perekaman vertikal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author