Sony Alihfungsikan Pabrik Kaset PlayStation untuk Produksi Microlenses
Rencana Sony untuk menghentikan produksi game fisik PlayStation mulai tahun 2028 memicu kekecewaan besar di kalangan gamer. Dampak kebijakan ini juga dirasakan oleh pelaku industri, termasuk toko game, developer, hingga publisher. Menyusul pengumuman tersebut, laporan terbaru menyebutkan bahwa pabrik kaset PlayStation milik Sony kini sudah mulai dialihfungsikan untuk keperluan lain. Dikutip dari Gamebrott, Dietmar Tanzer selaku President Sony Digital Audio Disc Corporation mengungkapkan bahwa pabrik di Thalgau memproduksi 600 ribu kaset setiap hari, dengan separuhnya dialokasikan untuk PlayStation.
Namun, porsi produksi kaset PlayStation diproyeksikan tinggal 10 persen saja pada tahun 2028 mendatang.
Pihak manajemen berencana melatih kembali seluruh 300 karyawan mereka agar fokus memproduksi Microlenses. Fasilitas di Thalgau bukan sekadar pabrik biasa, melainkan markas pusat divisi pembuatan cakram digital sekaligus satu-satunya manufaktur kaset milik Sony yang tersisa.
Beberapa fasilitas serupa di Amerika Serikat, seperti di Terre Haute, Indiana, dan New Jersey, telah resmi ditutup dalam rentang tahun 2011 hingga 2022. Proses transisi fungsional di pabrik kaset PlayStation ini ternyata sudah berjalan secara diam-diam sejak Desember 2024 lalu.
Saat ini, fasilitas di Thalgau bahkan dilaporkan telah mulai mengerjakan produksi komponen Microlenses. Demi mendukung langkah ini, Sony telah menggelontorkan investasi manufaktur Microlenses sebesar €30 juta, dengan target produksi massal pada awal tahun depan. Langkah bertahap yang diambil dalam beberapa tahun terakhir ini mempertegas komitmen jangka panjang Sony untuk sepenuhnya meninggalkan format kaset game fisik.