SMAS Regina Pacis Bajawa Menjuarai LCC Empat Pilar MPR NTT

Share

SMAS Regina Pacis Bajawa berhasil merebut Juara I dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digelar di Kupang, Senin (29/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Kemenangan sekolah asal Kabupaten Ngada tersebut otomatis menjadikannya sebagai utusan resmi Provinsi NTT untuk bersaing di tingkat nasional yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Agustus 2026.

Dalam babak final yang kompetitif, SMAS Regina Pacis Bajawa tampil dominan dengan mengamankan 130 poin, sementara SMAN 1 Maumere menyusul di peringkat kedua dengan 85 poin dan SMA Suria Atambua di posisi ketiga dengan 70 poin.

Perwakilan tim dari sekolah juara mengekspresikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini setelah menempuh proses latihan serta persiapan yang panjang.

"Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim, dukungan para guru pendamping, serta doa dari semua pihak. Kami bersyukur dapat mengharumkan nama sekolah dan akan berusaha memberikan hasil terbaik saat mewakili NTT di tingkat nasional," kata Regina Salvatorris Palo Bajawa, Perwakilan tim juara.

Pihak sekolah menyatakan bahwa kesuksesan ini ditopang oleh program pembinaan berkelanjutan lewat kegiatan ekstrakurikuler yang menanamkan nilai disiplin, kerja keras, tanggung jawab, kerja sama, dan semangat belajar.

"Seluruh peserta menjalani pembinaan secara intensif. Mereka mempelajari materi konstitusi, pasal-pasal UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Ketetapan MPR, serta materi kebangsaan lainnya. Menjelang tingkat nasional, pembinaan akan kami tingkatkan agar mereka semakin siap menghadapi kompetisi," tutur Maria Anjelina Oktavia Gemeneto, Guru pendamping tim LCC.

Apresiasi atas daya juang seluruh peserta juga datang dari pihak MPR RI yang memandang kompetisi ini sebagai sarana strategis dalam membentuk karakter dan mengenalkan nilai kebangsaan pada generasi muda.

"LCC Empat Pilar bukan sekadar kompetisi akademik, tetapi merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 dalam memasyarakatkan Empat Pilar MPR RI. Generasi muda bukan hanya generasi penerus, melainkan pemilik masa depan Republik Indonesia yang akan menentukan keberlanjutan dan keutuhan bangsa," ujar Abraham Liyanto, Ketua Badan Sosialisasi MPR RI.

Ia memaparkan bahwa ajang tingkat provinsi ini diikuti oleh sembilan sekolah terbaik yang lolos seleksi kabupaten/kota, dan setiap tim harus melewati tiga tahapan ujian yang komprehensif.

"Seluruh peserta mengikuti tiga tahapan kompetisi, yaitu Wawasan Empat Pilar, yang menguji penguasaan materi kebangsaan; Tematik, yang menguji kemampuan berpikir kritis, analisis, dan argumentasi melalui studi kasus; serta Rebutan, yang menguji kecepatan, ketepatan, dan penguasaan materi secara individu," tutur Abraham Liyanto, Ketua Badan Sosialisasi MPR RI.

Panitia penyelenggara juga membagikan penghargaan untuk kategori Yel-Yel Terbaik yang dimenangi oleh SMAN 1 Maumere sebagai Juara I, SMA Kristen Citra Bangsa Mandiri Kupang sebagai Juara II, dan SMAN 2 Borong sebagai Juara III.

"Jalannya kompetisi dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas akademisi Universitas Nusa Cendana, Universitas Katolik Widya Mandira, serta perwakilan Sekretariat Jenderal MPR RI, sehingga proses penilaian berlangsung secara profesional, objektif, dan akuntabel," ungkap Abraham Liyanto, Ketua Badan Sosialisasi MPR RI.

Pihak panitia berharap pencapaian ini mampu memicu semangat para pelajar lain di NTT untuk memperdalam pemahaman ideologi negara sekaligus memotivasi tim juara menuju babak selanjutnya.

"Keberhasilan SMAS Regina Pacis Bajawa diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar di Nusa Tenggara Timur untuk terus meningkatkan pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan sekaligus mengukir prestasi di tingkat nasional," sambung Abraham Liyanto, Ketua Badan Sosialisasi MPR RI.

Sebagai bentuk penghargaan konkret, Abraham Liyanto turut mengumumkan pemberian beasiswa khusus melalui Abraham Foundation kepada tim SMAS Regina Pacis Bajawa.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ikut memberikan penegasan mengenai krusialnya pemahaman nilai kebangsaan dalam menangani tantangan informasi di era digital saat ini.

"Menjadikan penanaman nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda adalah sebuah keharusan, bukan lagi sebuah pilihan. Melalui pemahaman terhadap Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, kita membangun generasi yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat," tutup Ambrosius Kodo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author