SMAN 2 Nabire Juara Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Papua Tengah 2026

Share

SMAN 2 Nabire berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Aula Gereja Katolik KSK, Distrik Nabire pada Sabtu, 1 Juli 2026, dilansir dari Detikcom.

Kemenangan ini membuat SMAN 2 Nabire berhak menjadi wakil Papua Tengah pada Final Nasional LCC yang akan diselenggarakan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada pertengahan Agustus 2026.

Dalam kompetisi tingkat provinsi ini, sembilan sekolah terbaik dari seleksi kabupaten dan kota saling bersaing menguasai materi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

SMAN 2 Nabire berhasil mengumpulkan nilai tertinggi 125 poin di babak final, mengungguli SMA YPPK Adhi Luhur yang meraih 110 poin sebagai juara kedua, dan SMAN 1 Nabire yang berada di posisi ketiga dengan 85 poin.

Dewan Juri Daerah Ebit Rusali menyatakan, "Dengan demikian, Regu A dari SMA Negeri 2 Nabire keluar sebagai pemenang pada babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua Tengah. Selamat kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya."

Perwakilan SMAN 1 Nabire menyampaikan rasa syukur dapat mengikuti lomba dan memperoleh pengalaman baru.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada MPR RI yang telah menyelenggarakan lomba ini sehingga kami dapat menambah wawasan mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kami mohon maaf kepada seluruh pendukung karena belum mampu memberikan hasil terbaik. Namun kami percaya, apa yang sudah tertakar tidak akan tertukar," ujarnya.

Perwakilan SMA YPPK Adhi Luhur juga berterima kasih kepada panitia dan guru pendamping.

"Kami bersyukur dapat berdiri hingga di titik ini. Terima kasih kepada panitia, guru pendamping, dan seluruh peserta. Menang dan kalah hanyalah hasil akhir, tetapi semangat belajar dan pengalaman yang kami peroleh jauh lebih berharga," katanya.

Guru pendamping SMAN 2 Nabire, Risiputri Budi Nuradelia, mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi siswa yang berhasil mengharumkan nama sekolah.

"Tahun lalu kami belum berhasil meraih juara. Namun tahun ini anak-anak tampil luar biasa. Mereka bekerja keras demi mewujudkan impian dapat mewakili Papua Tengah ke tingkat nasional di Jakarta. Bagi kami yang berada di Papua, kesempatan itu merupakan kebanggaan yang sangat besar," ujarnya.

Risiputri menjelaskan tantangan terbesar adalah keterbatasan waktu selama persiapan lomba.

"Sebagai guru yang juga seorang ibu dari dua balita, saya bahkan beberapa kali membawa anak-anak ke sekolah agar tetap dapat mendampingi latihan. Bersama Ibu Rani, kami mendampingi mereka hingga sore hari karena melihat semangat belajar yang luar biasa dari anak-anak," tambahnya.

Persiapan kini ditingkatkan dengan latihan setiap hari setelah jam sekolah.

"Saya sangat optimistis. Tahun lalu kami hanya menjadi penonton setelah gagal di babak penyisihan. Hari ini kami membuktikan bahwa kami mampu menjadi juara tingkat provinsi. Kami akan bekerja lebih keras lagi agar dapat mengharumkan nama Papua Tengah di tingkat nasional," tegas Risiputri.

Peserta SMAN 2 Nabire, Lionel Alexander Woraday, mengaku perjuangan meraih gelar juara sangat berat dan menguras tenaga.

"Ada masa ketika kami merasa sangat lelah karena harus belajar secara intensif. Kami bahkan beberapa kali mendapatkan dispensasi dari sekolah agar dapat memperbanyak waktu latihan. Semua itu kami jalani demi memberikan hasil terbaik," ujar Lionel.

Fokus Lionel dan tim kini tertuju pada persiapan menghadapi Final Nasional di Senayan, Jakarta.

"Kalau hari ini kami membawa nama sekolah, keluarga, dan Kabupaten Nabire, maka di tingkat nasional kami membawa nama Provinsi Papua Tengah. Karena itu kami akan mempersiapkan diri jauh lebih maksimal lagi," pungkasnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author