Siswa SRMP 17 Tabanan Adukan Kasus Perundungan kepada Prabowo
Seorang siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, bernama Gede Bagus Abimanyu, menyampaikan keluh kesahnya mengenai praktik perundungan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (7/6/2026).
Aduan tersebut disampaikan saat kepala negara melakukan kunjungan kerja guna meninjau fasilitas serta proses penjaringan peserta didik baru di sekolah tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Bagus mengungkapkan bahwa dirinya kerap menjadi sasaran ejekan oleh rekan-rekan sebayanya sewaktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
"Saya sering mendapatkan ejekan dari teman-teman karena saya dulu eh anak yang pendiam dan tidak terlalu suka berkumpul dengan teman-teman," kata Bagus.
Akibat tindakan perundungan yang diterimanya, Bagus mengaku sempat kehilangan motivasi dan memilih untuk tidak menghadiri kegiatan belajar di sekolah selama beberapa hari.
"Dulu saya pernah hampir sampai putus asa dan tidak masuk sekolah selama beberapa hari. Tapi, ibu saya memberikan saya dukungan sampai saya memiliki kembali semangat saya untuk belajar," ujarnya.
Trauma masa lalu tersebut kini mulai diatasi oleh Bagus setelah dirinya berinteraksi dengan lingkungan baru di SRMP 17 Tabanan, di mana ia dipercaya menjadi bagian dari organisasi anti-perundungan sekolah.
"Saya harap dengan gelar ini saya dapat untuk mencegah bullying di sekolah ini, dan kita, dan dapat eh menjaga teman-teman saya agar tidak merasakan hal yang saya rasakan sebelumnya," ujarnya.
Melalui kesempatan tatap muka tersebut, Bagus menekankan pentingnya kehadiran lingkungan serta dukungan yang positif bagi pemulihan kondisi mental seorang anak yang pernah mengalami perundungan.
"Saya ingin menyampaikan bahwa sehancur-hancurnya anak itu, jika diberikan dukungan dan lingkungan yang tepat, maka anak itu dapat dirakit kembali," lanjutnya.
Selain menceritakan masa lalunya, siswa tersebut juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat terkait pembangunan sarana pendidikan di wilayahnya.
"Kepada Bapak Presiden, saya sangat berterima kasih atas pembangunan Sekolah Rakyat ini. Keluarga kami jadi saya merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Terima kasih sekali, Bapak Presiden," ujarnya.