Siswa SRMA 44 Sulawesi Utara Tembus Semifinal OSN 2026 Bidang Biologi

Share

Siswi kelas XI Sekolah Rakyat Menengah Atas 44 Sulawesi Utara, Junivia Vanecia Tulung, berhasil menembus babak semifinal Olimpiade Sains Nasional 2026 bidang Biologi setelah lolos seleksi tingkat provinsi, dilansir dari Detikcom, Jumat (14/8/2026).

Remaja berusia 17 tahun tersebut menjadi salah satu dari 100 peserta bidang Biologi yang melangkah ke semifinal tingkat nasional. Secara keseluruhan, ajang OSN tingkat provinsi jenjang SMA/MA/SMK/MAK sederajat tahun ini diikuti oleh 13.542 siswa dari sembilan bidang perlombaan.

Dari total peserta tersebut, sebanyak 900 siswa yang terdiri dari 100 peserta terbaik di setiap bidang dinyatakan lolos ke babak semifinal. Junivia sendiri telah menyelesaikan tahapan seleksi semifinal pada 12 Agustus 2026 lalu dan kini tengah menanti pengumuman kelulusan pada 18 Agustus mendatang.

Junivia menuturkan bahwa dirinya sempat merasa ragu ketika awal diajak oleh guru Biologi untuk mengikuti kompetisi sains tersebut.

"Awalnya sebenarnya enggak mau ikut. Tapi karena lihat teman-teman lain banyak yang ikut, jadi ada rasa ingin mencoba," kata Junivia.

Rasa khawatir sempat menyelimuti dirinya saat pertama kali menjalani masa simulasi ujian.

"Pas awal simulasi itu takut, takut salah, takut nggak masuk," kata Junivia.

Keputusan untuk memberanikan diri tersebut membuahkan hasil ketika namanya dinyatakan lolos di tingkat provinsi bersama dua rekan sekolahnya di bidang Ekonomi dan Geografi, sebelum ia menjadi satu-satunya yang berlanjut ke semifinal.

"Nggak ada ekspektasi kalau bisa lolos di tingkat provinsi. Pas tahu lolos, semangatku langsung lebih naik lagi," kata Junivia.

Capaian tersebut makin membakar motivasinya untuk mengukir prestasi lebih tinggi.

"Aku pengin lebih berusaha supaya bisa maju lagi dan bisa membawa nama Sekolah Rakyat," kata Junivia.

Untuk menghadapi rangkaian ujian, Junivia menjalani bimbingan intensif dari guru pendamping sebanyak tiga hingga empat kali seminggu di luar jam sekolah, diselingi belajar mandiri.

"Pada saat seleksi tingkat provinsi, aku keluarkan semua kemampuan yang aku bisa. Puji Tuhan sangat bersyukur ternyata masih diberikan kesempatan untuk menjadi perwakilan dari Sekolah Rakyat dan bisa sampai saat ini," kata Junivia.

Perjalanan akademis ini terasa sangat berharga bagi siswi yang berasal dari keluarga sederhana di Desa Kauneran, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa tersebut, di mana sang ayah bekerja sebagai pembudidaya ikan mujair berpenghasilan Rp 1,5 juta per bulan dan sang ibu mengurus rumah tangga.

"Semakin dijalani semakin merasa senang. Ternyata apa yang aku ekspektasikan waktu awal masuk dengan sekarang itu enggak sesuai," kata Junivia.

Fasilitas lengkap yang didapatkannya di sekolah turut meringankan beban finansial keluarganya.

"Di sini enak, semua difasilitasi dan bisa juga membantu ekonomi keluarga," kata Junivia.

Prestasi ini pun memberikan kebanggaan tersendiri bagi orang tuanya.

"Orang tua bangga karena awalnya aku nggak mau masuk Sekolah Rakyat. Tapi sekarang sudah ada prestasi yang aku dapat," kata Junivia.

Perubahan positif ini dirasakan langsung oleh pihak keluarga di kampung halaman.

"Itu membuat orang tua bangga karena aku di Sekolah Rakyat sudah bisa ada perubahan," kata Junivia.

Selain unggul di bidang akademis, Junivia juga mahir memainkan musik kolintang dan sempat tampil saat kunjungan Gubernur Akademi Militer Major Jenderal TNI Rano Maxim Adolf Tilaar dalam acara Taruna Bhakti.

"Deg-degan karena banyak yang sudah taruh harapan ke Juni. Aku berharap bisa lolos, bisa membawa nama sekolah dan membahagiakan orang tua," kata Junivia.

Kepala SRMA 44 Minahasa Jefta Johannes Makikui menegaskan bahwa pencapaian muridnya menjadi bukti kemampuan siswa penerima program bantuan pendidikan.

"Prestasi ini adalah kebanggaan besar sekaligus bukti nyata bahwa siswa dari program bantuan pendidikan Sekolah Rakyat mampu menunjukkan kualitas, semangat pantang menyerah, dan daya saing yang luar biasa," kata Jefta.

Pihak sekolah berharap keberhasilan ini dapat memicu motivasi bagi pelajar lainnya.

"Semoga Junivia senantiasa diberikan hasil yang maksimal serta terus berprestasi. Semoga langkah gemilang ini tidak hanya menjadi jalan untuk menggapai cita-citanya di masa depan, tetapi juga menjadi cahaya inspirasi yang memotivasi seluruh siswa Sekolah Rakyat lainnya untuk terus berani bermimpi dan mengukir prestasi," kata Jefta.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author