Siswa Riau hingga Banten Terpilih Jadi Paskibraka Nasional 2026

Share

Sejumlah pelajar terbaik daerah, termasuk Arifa Rahma Maulydha dari Indragiri Hilir dan Rizqy Aditya Siregar dari Siak, terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 untuk mengibarkan bendera di Istana Merdeka.

Pengumuman penetapan Paskibraka tingkat pusat tersebut disampaikan pada Minggu, 16 Agustus 2026. Para pelajar pilihan dari Riau, Banten, dan Sumatera Selatan berhasil lolos seleksi berjenjang setelah melalui tahapan fisik, kesehatan, psikologi, serta wawasan kebangsaan.

Arifa Rahma Maulydha, siswi SMAN 1 Keritang yang merupakan anak seorang petani di Indragiri Hilir, berhasil mengukir prestasi hingga tingkat nasional setelah tekun menjalani latihan fisik intensif setiap hari selama empat bulan berturut-turut.

Keberhasilan Arifa berawal dari motivasi melihat dua kakaknya yang pernah menjadi pengibar bendera di tingkat kecamatan. Keikutsertaannya dalam seleksi awalnya sempat tidak diketahui oleh sang ayah.

"Arifa ini anaknya pendiam, saya saja tidak tahu awal dia mendaftaran itu. Ternyata setelah lolos tes tahap kabupaten, baru kami diberitahunya. Padahal kami dari orang tua pasti mendukung langkah baik dia," kata Sulaiman, Ayah Arifa.

Perjuangan Arifa mendapat dukungan penuh dari pihak keluarga di tengah kesibukan harian membantu orang tuanya di sawah saat masa tanam dan panen.

"Memang dari dulu Arifa punya minat ke situ. Kebetulan dia ini anak bungsu dari tiga bersaudara, kakak-kakaknya juga pasukan pengibar bendera tapi hanya sampai tingkat kecamatan saja. Mungkin dari melihat kakaknya dia menjadi termotivasi, alhamdulillah ternyata Arifa tembus sampai tingkat nasional," ujar Sulaiman.

Selain ketekunan latihan, kebersamaan dan kedisiplinan yang terbentuk di rumah menjadi modal penting Arifa untuk melangkah ke pemusatan latihan nasional di Jakarta.

"Kami inikan orang biasa saja. Saya sehari-hari seorang petani, mana pernah membayangkan anak saya bisa sampai di tahap ini. Tetapi Allah sudah memberikan takdir baik kepada kami," jelas Sulaiman.

Keluarga berharap penampilan Arifa di panggung nasional dapat menginspirasi generasi muda lainnya di Indragiri Hilir.

"Dia juga sangat peduli kepada keluarga. Contohnya tiap musim tanam dia ikut nanam, musim panen juga bantu. Bahkan Arifa pernah bilang bahwa dia ingin selalu membanggakan orang tua," tutur Sulaiman.

Persiapan fisik dan mental terus dimaksimalkan demi kelancaran pengibaran Sang Saka Merah Putih pada peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kalau untuk kesehatan anak, dia insyaallah kuat menjalani latihan. Soalnya sebelum berangkat pemusatan nasional, Arifa selama empat bulan berturut-turut tiap hari rutin latihan fisik dari pagi sampai menjelang magrib," ungkap Sulaiman.

Sembari mendampingi putrinya, Sulaiman menyampaikan permohonan dukungan kepada masyarakat Riau.

"Kami sekeluarga mohon bantuan doa dari masyarakat Riau agar rombongan Paskibraka Nasional bisa diberikan keselamatan dan dilancarkan semuanya," harap Sulaiman.

Selain Arifa, Riau juga diwakili oleh Rizqy Aditya Siregar dari MAN Insan Cendekia Siak. Keberhasilan Rizqy mencatatkan sejarah baru bagi sekolahnya yang untuk pertama kali mengirimkan wakil ke tingkat nasional.

Perwakilan dari provinsi lain mencakup Adzra Khairy Fadian dari MAN 1 Kota Serang yang mewakili Banten, serta Khalyana Zahira Sandi dari MAN 1 Lubuklinggau yang mewakili Sumatera Selatan.

Tercatatnya tiga siswa madrasah di tingkat pusat mendapat apresiasi langsung dari jajaran Kementerian Agama atas capaian kedisiplinan dan nasionalisme siswa.

“Ini membuktikan bahwa anak-anak madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kedisiplinan, fisik yang tangguh, serta nasionalisme tinggi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Selamat bertugas, jadilah teladan bagi generasi muda," sebut Nasaruddin Umar, Menteri Agama.

Menteri Agama menekankan pentingnya menjaga integritas serta kerendahan hati dalam mengemban amanah di Istana Merdeka.

“Saya berpesan agar momen bersejarah ini dijadikan pendorong semangat untuk terus belajar dan berinovasi tanpa melupakan akar nilai-nilai keagamaan. Saya optimistis generasi muda madrasah siap menjadi pilar utama dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” ujar Nasaruddin Umar.

Dukungan senada disampaikan pejabat kementerian yang menilai seleksi ini sebagai sarana pembentukan karakter kepemimpinan generasi muda.

“Apresiasi untuk para siswa yang telah berjuang hingga bisa terpilih sebagai Paskibraka tingkat nasional. Apresiasi juga saya sampaikan pada orang tua, pembina, serta kepala madrasah yang terus memberikan pendampingan,” paparnya Amien Suyitno, Dirjen Pendidikan Islam.

Gelar anggota Paskibraka Nasional dipandang sebagai pengalaman berharga untuk menanamkan rasa cinta tanah air.

“Semoga keberhasilan ini memicu semangat seluruh madrasah di Indonesia untuk terus mencetak generasi yang kompetitif, berkarakter, dan berjiwa merah putih," sambungnya Amien Suyitno.

Jajaran kementerian optimistis keterlibatan para pelajar dari berbagai daerah akan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah masing-masing.

“Kami bangga tiga siswa madrasah dapat menjadi bagian dari Paskibraka tingkat pusat. Mereka membawa nama madrasah sekaligus daerah masing-masing dalam momentum penting bagi bangsa Indonesia,” ujar Kamaruddin Amin, Sekjen Kemenag.

Seluruh anggota Paskibraka Nasional 2026 kini menjalani pemusatan latihan intensif sebelum bertugas pada upacara peringatan HUT ke-81 RI.

“Menjadi Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan Merah Putih. Di dalamnya ada proses membangun disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Indonesia. Semoga capaian mereka menginspirasi siswa madrasah lainnya,” sambungnya Kamaruddin Amin.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author