Singapura Reklamasi 800 Hektare Lahan Guna Cegah Kenaikan Air Laut
Pemerintah Singapura bersiap meluncurkan proyek perlindungan pantai masif melalui reklamasi lahan seluas 800 hektare pada akhir tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi menghadapi ancaman nyata dari kenaikan permukaan air laut global. Otoritas Pembangunan Kembali Perkotaan Singapura mengumumkan pada hari Selasa bahwa pekerjaan persiapan proyek Long Island ini segera berjalan setelah studi lingkungan selesai.
Skema besar ini dirancang untuk mencakup pembangunan waduk, pembentukan pulau-pulau baru, penambahan saluran pembuangan, stasiun pompa, hingga pintu air pasang surut. "adalah langkah perlindungan pantai yang penting untuk melindungi kehidupan dan mata pencaharian, karena kenaikan permukaan laut semakin memengaruhi daerah pesisir dataran rendah," kata pihak Otoritas Pembangunan Kembali Perkotaan Singapura dalam sebuah pernyataan resmi.
Upaya masif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang senilai US$100 miliar yang dikerahkan Singapura demi membangun ketahanan terhadap dampak buruk iklim, seperti banjir rob dan gelombang badai, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz. Saat ini, sekitar 30% wilayah daratan negara tersebut berada kurang dari lima meter di atas permukaan laut rata-rata, termasuk kawasan padat hunian dan bisnis di Pantai Timur serta Bandara Changi.
Proses pengerjaan tahap pertama dijadwalkan berlangsung di sebelah barat Dermaga Bedok yang terletak di lepas Pantai Timur Singapura. Sementara itu, pengerjaan tahap kedua baru akan digulirkan setelah gelaran SEA Games pada tahun 2029 demi menjaga kelancaran kompetisi olahraga air yang memanfaatkan perairan di area tersebut. Pemerintah setempat mencatat bahwa aktivitas rekreasi warga di Pantai Timur akan mengalami gangguan selama megaproyek berjalan. Selain itu, operasi pengisian pasir diprediksi memberikan dampak minor terhadap kualitas udara serta kelangsungan beberapa terumbu karang dan padang lamun di sekitarnya.
Proyek Long Island diproyeksikan mampu menambah panjang taman tepi laut baru hingga sekitar 20 kilometer. Kendati demikian, profil akhir dari kawasan ini masih dalam tahap pengembangan dan memerlukan penelitian lanjutan serta proses konsultasi publik yang lebih mendalam.