by

Sidang Rapat Pailit CNQC Mitra JO Batal Digelar Akibat Peserta Membludak

Rapat kreditor dalam persidangan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) CNQC Mitra Joint Operation yang sedianya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat hari ini terpaksa dibatalkan.

Pembatalan dilakukan, lantaran para kreditor yang dalam hal ini adalah karyawan perusahaan kontraktor asal China itu datang terlalu banyak, sementara ruang rapat yang disediakan pihak PN Jakpus terlalu kecil.

“Jadi acara hari ini, ini ada rapat kreditor dengan rapat debitor pailit, karena undangan itu resmi, semua pada hadir ke sini. Rupanya saya tidak tau, kuratornya kah, panitianya kah atau siapa, ruangannya kecil, tidak cukup sehingga yang mau masuk ke dalam tidak boleh,” ujar Debitur Debitur Perusahaan CNQC-Jo, Sabar M. Simamora di PN Jakpus,Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Baca Juga  634 Orang Pelaku Kerusuhan Disel

 

 Foto: Faisal R Syam / Publika.id

Semestinya, masalah seperti ini bisa diselesaikan oleh PN jakpus selaku kurator.

“Makanya saya minta kalo besok mau rapat lagi siapkan tempat yang lebih besar, apalagi jaman Covid kita dibubarkan oleh tim (Satgas),” tuturnya.

Di lokasi yang sama, kuasa hukum kreditor Gunawan Raka juga mengatakan bahwa pihaknya pernah menyampaikan kepada pihak kurator agar membuka rekening perusahaan.

Baca Juga  Dua Berkas Dilimpahkan, KPK Geber Proyek Bakamla

Pasalnya, rekening tersebut penting untuk membayar para karyawan CNQC Mitra JO yang tengah dirundung kepailitan.

“Kami sudah menyampaikan kepada pengadilan dalam hal ini hakim pengawas juga tim kurator bahwa gaji karyawan secepatnya harus dibayar,” kata Gunawan.

Dikatakan Gunawan, sesuai Pasal 22 Undang-undang Kepailitan, harta debitur itu tidak bisa diblokir untuk pembayaran gaji.

Baca Juga  Sidang Debitur Dibubarkan Oleh Satgas Covid-19

“Jangan sampai kita menyiksa orang kecil apalagi di tengah pandemi,” kata Gunawan.

Sebelumnya, karyawan CNQC Mitra JO mendesak PN Jakpus selaku kurator agar segera membuka rekening perusahaan mereka yang tengah mengalami kepailitan.

Atas pemblokiran tersebut, sejumlah karyawan perusahaan kontraktor asal China itu tidak digaji sejak bulan November 2020 hingga saat ini.

Baca Juga