Shin Tae-yong Terapkan Strategi Agresif untuk Persija Jakarta

Share

Pelatih anyar Persija Jakarta, Shin Tae-yong, bersiap menerapkan filosofi permainan baru bernuansa agresif demi membawa timnya meraih gelar juara pada musim kompetisi mendatang. Langkah ini diambil setelah Macan Kemayoran gagal memenangkan perburuan gelar musim lalu dan hanya finis di posisi ketiga, seperti dilansir dari Bola.

Manajemen Persija mengikat kontrak juru taktik asal Korea Selatan tersebut selama tiga tahun dengan misi mempersembahkan trofi. Momentum juara ini dinilai sangat krusial karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun Jakarta yang ke-500 pada tanggal 22 Juni 2027.

Perubahan gaya bermain klub di bawah arahan arsitek baru tersebut diungkapkan oleh sang penerjemah, Jeong Seok-seo. Persija dipastikan tampil beda dengan formasi empat bek dan mengutamakan penguasaan serangan.

"Permainan yang diinginkan coach Shin itu, tiki taka dan menyerang dengan agresif karena saat di timnas memang lawan-lawannya lebih baik daripada kita sebenarnya. Makanya, menggunakan taktik bagaimana bisa menang," kata Jeje, mewakili STY.

Penerapan strategi ini akan berbanding terbalik dengan pendekatan reaktif yang biasa diterapkan sang pelatih saat menukangi Timnas Indonesia periode 2020 hingga 2025. Perubahan formasi dasar tim juga menjadi agenda utama dalam transformasi permainan skuad Macan Kemayoran.

"Tapi, coach Shin yakin, di Persija bisa menguasai penyerangan di dalam pertandingan. Jadi, Persija akan beda banget dan juga formasi. Bisa jadi 4-4-2, 4-2-3-1. Intinya empat bek," imbuh Jeje.

Mengenai atmosfer pertandingan di kompetisi domestik, mantan pelatih Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut menyadari adanya perbedaan dinamika dukungan suporter. Ia memahami bahwa situasi laga tandang di liga akan memberikan tantangan yang berbeda dibanding saat menukangi tim nasional.

"Yang pasti beda. Maksudnya, ketika di timnas kan memang semua masyarakat menjadi suporter. Tapi, kalau ini memang beda daerah sudah beda suporter."

Komitmen untuk beradaptasi dengan budaya suporter klub lokal menjadi fokus perhatian tim pelatih saat ini. Sikap saling mendukung antara manajemen, tim, dan basis penggemar dianggap menjadi kunci utama kesuksesan.

"Jadi, ya kami harus menerima dan kalau di timnas memang semuanya memberikan dukungan kepada coach Shin. Tapi, kalau di liga masing-masing tim kan punya suporter."

Menghadapi ekspektasi tinggi dari manajemen dan The Jakmania, juru taktik berusia 57 tahun tersebut memilih untuk tidak bersikap jemawa. Fokus utamanya adalah merancang program kerja yang mampu mengamankan poin penuh dari setiap laga yang dihadapi.

"Mungkin dengan beberapa program, harus bisa jadi satu juga dengan suporter. Target kami pasti akan berusaha semaksimal mungkin biar bisa menang di setiap laga," ucap STY via Jeje.

Sinergi positif antara klub dan penggemar diyakini akan terbangun dengan sendirinya apabila performa tim di lapangan mencatatkan hasil yang baik. Persija Jakarta kini dijadwalkan fokus mematangkan persiapan taktik menjelang bergulirnya musim kompetisi baru.

"Kalau kita berprestasi, otomatis akan ada sinergi yang baik. Maksudnya di antara klub dan suporter. Jadi, ya, kami memang harus berusaha setiap pertandingan," imbuhnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author