by

Setelah Minyak Bergambar Da-Di Beredar, Waspada Gula ”Beracun” Menyebar

Masyarakat Pasir Sakti, Waway Karya khususnya di Kabupaten Lampung Timur, pasti masih ingat dengan sebaran minyak gorong bergambar pasangan calon dengan selogan ”Rakyat Lamtim Berjaya”.

Apalagi Bawaslu setempat, telah memeriksa kesaksian Drs. H.M. Dawam Raharjo. Setelah wajahnya nampang di minyak goreng ”Jujur” belum lama ini.

Nah rumor beredar, setelah minyak yang diduga dipesan di Kota Tangerang, akan muncul pula gula ”beracun”. Gula ”Beracun” ini bukan makna sebenarnya.

Melainkan gula sungguhan yang diyakini sebagai upaya merayu pemilih untuk memenangkan pasangan yang didanai cukong yang haus akan kekuasaan, khususnya tanah berstatus HGU.

”Kita sudah waspada ini. Semua jaringan sudah kita kontak. Nanti tidak hanya Bawaslu kita sertakan bukti, bila perlu orang-orangnya kita bawa ke kantor Polisi. Coba-coba silahkan,” terang seorang santri yang meminta namanya tidak disebutkan.

Baca Juga  Sedikitnya 1,23 Juta Orang di Sumut Menganggur

Santri yang mengaku tidak mendukung salah satu calon itu pun berhadap, Pilkada Lampung Timur jauh dari money politics apalagi suap sembako.

”Pilkada sebelumnya, gula di mana-mana mas. Hasilnya, ya gini-gini saja. Kita sudah kapok. Kapok banget, kalau dibiarkan dan terjadi lagi di Lampung Timur, bisa cilaka lima tahun ke depan,” ungkap pria tersebut.

Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lampung Timur melimpahkan laporan dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati ke Bawaslu Provinsi Lampung.

Anggota Bawaslu Kabupaten Lamtim, Winarto menjelaskan sebelumnya salah seorang warga Kabupaten Lamtim, Joko Ismursandy, melapor ke Bawaslu Lamtim.

Baca Juga  Begini Cara Zaiful-Dibyo Bangkitkan Wisata Lamtim Jika Terpilih

Kasusnya mengenai kegiatan salah satu Paslon yang diduga menggelar pertemuan dengan melibatkan kepala desa di salah satu rumah makan di Kota Metro pada Selasa (29/10).

Meyikapi laporan tersebut, kata Winarto, pihaknya kemudian melakukan pembahasan di sekretariat Gakkumdu pada Jumat (2/10).

Hasil pembahasan tersebut diminta kepada pelapor agar melaporkan dugaan pelanggaran kamapnye salah satu Paslon itu ke Bawaslu Provinsi Lampung.

Sebab, lanjut Winarto, dalam Peraturan Bawaslu No. 8 Tahun 2020, pada Pasal 22 Ayat 2 disebutkan bahwa Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota atau Panwaslu Kecamatan melakukan penaganan pelanggaran, temuan, dan atau laporan sesuai dengan kewenangannya berdasarkan pada tempat tejadinya pelanggaran.

Baca Juga  Timnas U-19 Hantam Makedonia Utara

”Pasal inilah yang dijadikan dasar, karena subyeknya adalah warga Kabupaten Lamtim sementara lokasi atau tempatnya (rumah makannnya) di Kota Metro,” jelasnya, seperti dilansir Lampos.co.

“Maka yang berwenang menangani laporan dugaan pelanggaran itu adalah Bawaslu Provinsi Lampung. Kami kemudian meminta pelapor untuk melaporkan dugaan pelanggaran kampnye dimaksud ke Bawaslu Provinsi Lampung,” kata Winarto.

Namun karena pelapor belum juga melapor, kata Winarto, maka Bawaslu Lamtim kemudian melimpahkan laporan dugaan pelanggaran kampanye salah satu Paslon tersebut ke Bawaslu Provinsi Lampung.

Pelimpahan laporan dimaksud disampaikan ke Bawaslu Provinsi Lampung melalui surat Bawaslu Lamtim No.079/K.LA-04/PM.05.02/X/2020, tertanggal 4 Oktober 2020. (lps/mar/sid)

Baca Juga