Serangkaian Gempa Tektonik Mengguncang Sejumlah Wilayah di Papua
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis data aktivitas kegempaan yang mengguncang sejumlah kawasan di Papua dan Papua Barat Daya. Guncangan terkuat mencapai magnitudo 5,2 melanda Kabupaten Keerom pada Kamis (13/8/2026) malam pukul 19.45 WIB.
Titik pusat guncangan di Keerom berada di darat pada kedalaman 164 kilometer, berjarak 350 kilometer tenggara Keerom dengan koordinat 4,47 Lintang Selatan dan 143,71 Bujur Timur.
Pihak BMKG memberikan penjelasan tertulis terkait rincian parameter guncangan tersebut.
"Gempa Mag:5.2, 13-Aug-2026 19:45:01WIB, Lok:4.47LS, 143.71BT (350 km Tenggara KEEROM-PAPUA), Kedlmn:164 Km," tulis BMKG.
Sebelum insiden Keerom, gempa magnitudo 4,7 melanda Kabupaten Yalimo pada Rabu (12/8/2026) pukul 06.33 WIB. Kedalaman gempa berada di darat 69 kilometer tenggara Yalimo pada kedalaman 10 kilometer dan terasa hingga Wamena skala II MMI.
Lembaga tersebut menyampaikan keterangan resmi mengenai titik episentrum di kawasan Yalimo.
"Pusat gempa berada di darat 69 km tenggara Yalimo dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat," tulis BMKG.
Rangkaian peristiwa tektonik ini juga diawali oleh gempa magnitudo 4,3 yang mengguncang Kabupaten Biak Numfor pada Selasa (11/8/2026) pukul 16.38 WIB. Pusat getaran berada 131 kilometer timur laut Biak Numfor pada kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 0,82 Lintang Selatan dan 137,14 Bujur Timur.
Pihak BMKG mengeluarkan laporan awal mengenai peristiwa guncangan di Biak Numfor tersebut.
"Gempa Mag:4.3, 11-Aug-2026 16:38:06WIB, Lok:0.82LS, 137.14BT (131 km TimurLaut BIAKNUMFOR-PAPUA), Kedlmn:10 Km," demikian informasi BMKG.
Masyarakat diimbau tetap mewaspadai pembaruan data mengingat pengolahan awal diolah secara cepat.
"Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis BMKG.
Selain itu, wilayah barat Kota Sorong dihantam gempa magnitudo 4,3 pada Senin (10/8/2026) pukul 03.36 WIB, disusul gempa magnitudo 3,0 di daratan Kabupaten Nabire pukul 20.13 WIB dari kedalaman 10 kilometer.
BMKG mencatat sebanyak 19 kali gempa signifikan dirasakan masyarakat Indonesia dalam sepekan terakhir, tanpa ada laporan kerusakan maupun korban jiwa hingga saat ini.