Serangan Udara Israel di Kota Gaza Menewaskan Sembilan Orang
Militer Israel melancarkan serangan udara yang menghantam sebuah markas kepolisian di Kota Gaza pada Kamis (20/8/2026). Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan warga lainnya mengalami luka-luka, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pihak Otoritas Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza mengonfirmasi telah menerima sembilan jenazah korban tewas. Korban meninggal mencakup seorang wanita serta anak perempuan berusia 13 tahun bernama Dana Haitham al-Jamasi, sementara korban luka mencapai sedikitnya 20 orang.
Jumlah korban jiwa tersebut juga dibenarkan oleh Badan Pertahanan Sipil Gaza yang beroperasi di bawah naungan Hamas. Di lokasi rumah sakit, suasana duka menyelimuti para pelayat yang mendampingi jenazah anggota keluarga mereka.
"Di mana gencatan senjata itu ketika rakyat Palestina kehilangan puluhan putra mereka setiap hari, termasuk anggota kepolisian?" tanya salah satu warga Gaza, Mahmoud Jundiya, kepada AFP di luar rumah sakit.
Rasa putus asa akibat gempuran yang terus berlangsung juga diungkapkan oleh warga lokal tersebut saat menyaksikan dampak kerusakan di lokasi.
"Ke mana kami harus mengadu? Kepada siapa kami harus menyuarakan jeritan hari kami," ucapnya.
Di sisi lain, militer Israel menyatakan bahwa serangan ke markas polisi tersebut ditargetkan pada pertemuan kelompok bersenjata. Pihak Tel Aviv mengklaim terdapat empat anggota Hamas dan satu anggota Komite Perlawanan Rakyat yang sedang merencanakan serangan terhadap pasukan Israel.
Sebelum melancarkan amunisi, militer Israel mengklaim telah menerapkan langkah pencegahan guna menekan risiko pada warga sipil. Selain itu, serangan terpisah juga diarahkan kepada seorang komandan sayap militer Hamas di Nuseirat yang dituduh terlibat dalam aksi 7 Oktober 2023.
Penyerangan markas polisi ini menambah rentetan aksi militer di area pelabuhan Kota Gaza setelah sehari sebelumnya serangan ke sebuah kafe menewaskan enam orang.