Serangan Rudal Rusia Hantam Ukraina Tewaskan Empat Warga
Rentetan serangan rudal dan drone militer Rusia menghujani sejumlah wilayah Ukraina, termasuk kawasan ibu kota Kyiv. Seperti dilansir dari Detikcom, serangan udara tersebut mengakibatkan sedikitnya empat orang warga tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.
Aksi penyerangan terbaru dari Moskow ini menjadi bagian dari konflik bersenjata yang telah berkecamuk selama empat tahun terakhir. Hingga kini, titik terang untuk mengakhiri perang di wilayah tersebut masih belum terlihat.
Sejumlah ledakan keras terdengar di area ibu kota Kyiv, dengan laporan otoritas setempat yang mengonfirmasi penggunaan rudal balistik. Moskow tercatat melancarkan pemboman hampir setiap hari sejak invasi dimulai empat tahun lalu, yang secara teratur dibalas oleh pihak Kyiv.
Di tengah situasi tersebut, proses negosiasi untuk menyudahi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II ini masih mengalami kebuntuan. Serangan terjadi berselang beberapa hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberikan peringatan terkait kesiapan Rusia meluncurkan serangan baru berskala besar.
"Ledakan-ledakan di kota. Pasukan pertahanan udara sedang bekerja! Tetaplah berada di tempat perlindungan!" kata Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, dalam pernyataan via Telegram.
Warga setempat dilaporkan segera bergegas menuju lokasi perlindungan darurat dengan membawa tas serta selimut. Pada saat yang sama, kepulan asap tebal terlihat membubung dari area pusat kota Kyiv.
Gempuran tersebut melukai sekitar 14 orang warga dan memicu kobaran api di berbagai titik kota, hingga menyebabkan padamnya aliran listrik di beberapa distrik.
"Musuh menyerang dengan rudal balistik," kata kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko.
Dampak mematikan dari serangan ini juga melanda wilayah timur Ukraina. Gubernur Dnipro Oleksandr Ganzha melaporkan bahwa sedikitnya empat orang tewas dan 16 orang lainnya luka-luka, dengan beberapa korban di antaranya berada dalam kondisi kritis.
Sementara itu, kondisi di wilayah lain juga dilaporkan mengalami kerusakan dan memakan korban luka.
"10 orang, termasuk seorang anak, mengalami luka-luka akibat serangan Rusia di wilayah tersebut," kata Wali Kota Kharkiv, Igor Terekhov.
Insiden ini memicu Kyiv untuk kembali meminta bantuan penguatan sistem pertahanan udara dari para sekutu internasional mereka.
Presiden Zelensky mengulangi seruannya kepada negara-negara sekutu untuk mengizinkan sekaligus membiayai pasokan rudal Patriot yang mampu mencegat rudal balistik Rusia. Dirinya bahkan telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Kongres AS pada pekan lalu.
Sebagai bentuk pembalasan atas pengeboman harian, pihak Ukraina turut meningkatkan intensitas serangan mereka ke wilayah Rusia serta area yang dikuasai Moskow. Di sisi lain, upaya mediasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat kini terhambat akibat perhatian dan sumber daya Washington yang terbagi sejak pecahnya konflik di Timur Tengah.