Serangan Houthi di Kapal MV Tihamah Tewaskan WNI
Seorang warga negara Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal kargo MV Tihamah dilaporkan tewas akibat serangan kelompok Houthi di Yaman pada Selasa (11/08), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Insiden tersebut terjadi setelah militer Houthi meluncurkan rudal ke arah kapal berbendera Tanzania itu karena dituduh mengangkut persenjataan milik Arab Saudi di Selat Bab al-Mandab.
Kementerian Luar Negeri Indonesia membenarkan terjadinya insiden serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah tersebut. Meski demikian, pihak Kemlu menyatakan masih terus berupaya mengonfirmasi kepastian rincian identitas kematian WNI itu.
Selain korban meninggal, KBRI Yaman di Muscat mencatat dua ABK WNI lainnya menjadi korban. Satu orang mengalami luka ringan akibat terkena serpihan rudal, sedangkan satu WNI lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Serangan militer tersebut juga mengakibatkan tiga ABK berstatus warga negara Pakistan tewas di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi dari kantor berita Tasnim milik pemerintah Iran, pejabat Houthi di Sanaa menyebutkan bahwa gempuran rudal terhadap kapal kargo MV Tihamah berlangsung di area Pelabuhan al-Makha, kawasan pantai barat Yaman. Kelompok tersebut menuding kapal kargo yang dioperasikan Blue Sea For Management Marine asal Mesir itu membawa pasokan militer Arab Saudi untuk tentara bayaran di Yaman.
Juru bicara pemerintah Yaman di bawah kendali Houthi, Omar Al-Bakhiti, menegaskan ketegasan kelompoknya dalam memberlakukan aturan pemblokiran wilayah perairan.
"Tentara Yaman sangat serius dalam memberlakukan larangan terhadap pelayaran Saudi dan posisi ini tidak dapat diubah," kata Omar Al-Bakhiti, juru bicara pemerintah Yaman di bawah Houthi.
Ia juga menyampaikan pesan terbuka kepada pihak Arab Saudi terkait aksi militer yang mereka lakukan di kawasan perbatasan tersebut.
"Kami katakan kepada musuh kami, Saudi, alih-alih menangis dan meratap atas kapal-kapal yang menjadi sasaran, hentikan pengepungan dan agresi kejam Anda terhadap rakyat Yaman," ujar Omar Al-Bakhiti.
Hingga saat ini, pihak otoritas Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan pengangkutan amunisi militer maupun serangan yang menimpa MV Tihamah.