Septiningtyas Ungkap Stamina Menurun Drastis Usai Melahirkan Anak Pertama

Share

Istri pengacara muda Sangun Ragahdo, Septiningtyas, menceritakan perubahan kondisi fisiknya setelah melahirkan anak perempuan pertamanya yang bernama Galené Aglaia Hime Ragahdo pada 26 April 2026. Dilansir dari HaiBunda, Septiningtyas membagikan momen saat dirinya kembali mencoba melakukan latihan kardio berupa lari setelah hampir tiga bulan menjalani masa pascapersalinan. Melalui unggahan di media sosial Instagram, Septiningtyas mengaku stamina tubuhnya mengalami penurunan drastis akibat jeda aktivitas fisik yang cukup lama selama masa kehamilan.

"Setelah 11 bulan enggak olahraga cardio karena jadi ibu hamil, hari ini nekat lari. Ternyataaaa," tulisnya.

Saat mencoba berolahraga kembali, ia merasakan kekuatan fisiknya tidak lagi sama seperti sebelum mengandung dan harus beradaptasi dari awal. "Ternyataaaa selain bentuk badan yg ga kayak sebelumnya, kekuatan badan juga ngulang lagi dari 0. Terbukti dari foto ini kan bengek nya kerasa," ungkap Septiningtyas.

Meski merasa berat dan cepat lelah, ia menegaskan komitmennya untuk tidak menyerah dalam mengembalikan kebugaran tubuhnya. "Gapapa kita mulai semua nya dari awal lagi yukkk," katanya.

Penurunan stamina dan kelelahan ekstrem merupakan keluhan yang jamak dialami oleh para ibu baru pada minggu-minggu pertama setelah proses persalinan. Bidan Sally Urang, MS, RN, CNM menjelaskan bahwa kelelahan pascapersalinan ditandai oleh rasa lelah luar biasa yang memengaruhi fisik serta emosional ibu. "Merasa lelah adalah salah satu keluhan paling umum di kalangan ibu baru, yang memengaruhi hampir dua pertiga. Kelelahan pasca persalinan ditandai dengan rasa lelah yang luar biasa yang dapat membuat Anda merasa terkuras secara fisik dan emosional, kekurangan energi, dan tidak mampu berkonsentrasi," kata Sally Urang.

Terdapat beberapa faktor biologis yang memicu penurunan kondisi fisik ini, salah satunya adalah pengaruh hormon relaksin yang melunakkan ligamen tubuh semasa hamil.

Hormon relaksin yang masih beredar di dalam tubuh setelah melahirkan menjadi penyebab utama munculnya rasa lemah dan nyeri pada persendian ibu baru. Selain faktor hormonal, tubuh wanita memerlukan waktu berminggu-minggu untuk memulihkan luka dan trauma fisik akibat persalinan caesar maupun pervaginam. Proses menyusui juga menurunkan kadar hormon estrogen secara signifikan, yang berdampak langsung pada penurunan kekuatan otot dan munculnya rasa pegal.

Masa 6 hingga 8 minggu pertama menjadi fase krusial bagi tubuh untuk memulihkan diri, sehingga ibu disarankan fokus beristirahat dan tidak memaksakan aktivitas fisik berat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author