Seni Memuji Anak Tanpa Kata Good Job agar Lebih Percaya Diri

Share

Apresiasi terhadap usaha anak memegang peranan penting dalam membentuk rasa percaya diri mereka sejak dini. Meski demikian, kebiasaan melontarkan frasa "good job" secara berulang tanpa penjelasan rinci berisiko membuat pesan yang disampaikan terasa kurang berkesan.

Ungkapan yang terlalu umum dapat menciptakan impresi bahwa penilaian sepenuhnya berada di tangan orang tua. Hal ini berpotensi mengurangi kesempatan Si Kecil untuk mengevaluasi serta menghargai proses kreatif yang telah mereka lalui.

Sebagaimana dilansir dari HaiBunda, terdapat beberapa pendekatan komunikasi yang lebih efektif untuk memberikan apresiasi kepada buah hati tanpa mengandalkan kalimat evaluatif seperti "good job".

Orang tua tetap dapat mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian anak. Namun, dorong anak agar menyadari bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras mereka sendiri. Salah satu bentuk kalimat yang dapat digunakan adalah, "Kamu pasti sangat bangga pada dirimu sendiri!".

Fokuskan pujian pada proses dan usaha nyata yang diperlihatkan anak, bukan pada hasil akhir semata. Kalimat seperti, "Wah, kamu membaca buku itu dengan tekun dan tidak menyerah saat menemukan kata sulit," jauh lebih efektif memberikan dorongan moral dibanding ucapan deskriptif singkat.

Ketika Si Kecil menunjukkan hasil karyanya, ajak mereka untuk menceritakan proses pembuatannya. Pendekatan ini menunjukkan kepedulian orang tua sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk mengekspresikan pikiran mereka tanpa merasa sedang dinilai.

Membangun Refleksi Diri dan Kesadaran Sosial

Latih anak menjadi kritikus bagi dirinya sendiri dengan mengajukan pertanyaan terbuka. Pertanyaan mengenai bagian pelajaran atau karya yang paling mereka sukai dapat membiasakan anak merenungkan perkembangan keterampilan mereka secara mandiri.

Menggali perasaan anak selama proses pembuatan karya juga membantu menjaga kebebasan ekspresi mereka. Cara ini memastikan kegiatan kreatif dilakukan demi kepuasan pribadi dan pengembangan diri, bukan sekadar untuk menyenangkan orang dewasa.

Saat anak menunjukkan perilaku positif atau membantu pekerjaan rumah tangga, berikan respons yang spesifik. Ungkapan sederhana seperti "terima kasih sudah membantu" memberikan makna yang lebih jelas mengenai dampak positif dari tindakan mereka.

Pendiri Aha! Parenting, Dr. Laura Markham, menekankan pentingnya menghindari pembandingan antara anak dan saudara kandung maupun teman sebayanya. Menurut Laura Markham, orang tua cukup mengapresiasi tindakan spesifik anak, seperti saat mereka langsung mengerjakan tugas sekolah setelah sampai di rumah.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author